Reksadana Pendapatan Tetap: Menimbang Keuntungan dan Resikonya

Reksadana pendapatan tetap kian menjadi trend karena termasuk instrumen investasi dengan sistem pendapatan tetap akan membuat pemegang unit secara rutin memperoleh dana penghasilan dari keuntungan atau Nilai Aktiva Bersih pada portofolio. Dengan prinsip pendapatan tetap menjadikan sifatnya yang sangat likuid dan dapat secara rutin dicairkan serta lebih minim resiko.

Pengertian Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah salah satu jenis reksadana konvensional yang dapat memberikan banyak keuntungan pada pemegang modal. 

Pencairan pendapatan pun dapat dipilih dalam jangka waktu tertentu contohnya per bulan atau per tiga bulan. 

Jenis satu ini dipengaruhi oleh sebagian besar nilai pada portofolio yang diinvestasikan dalam efek ekuitas, sehingga dana yang dikelola oleh Manajer Investasi akan berkembang secara lebih konsisten dalam waktu yang bisa diperkirakan. 

Dengan adanya reksadana banyak orang yang turut mengandalkan pembagian hasil dalam tempo-tempo tertentu tanpa khawatir akan ketidakstabilan atau bahkan resiko lainnya. 

Pilihan ini juga cocok untuk memulai investasi dengan tingkat keamanan yang tinggi. 

Keuntungan Memilih Reksadana Pendapatan Tetap 

Memiliki karakteristik yang berbeda dari jenis reksadana lain, dengan pilihan ini maka investor piawai bahkan yang masih pemula sekalipun akan mendapat berbagai keuntungan. 

Hal ini juga banyak disarankan untuk individu yang baru berbisnis. Berikut keuntungan yang akan diperoleh:

1. Peningkatan Diversifikasi 

Investor akan diuntungkan dengan adanya peningkatan diversifikasi pada pengelolaan dana. Hal ini merupakan langkah penyebaran modal ke berbagai jenis instrumen investasi. 

Dengan cara ini pula resiko dapat ditekan serendah mungkin namun tetap menghasilkan keuntungan yang besar. 

Diversifikasi juga marak diterapkan guna menjadikan modal lebih mudah diterima pada berbagai sektor instrumen, sehingga akan lebih besar pula peluang modal untuk dibeli pada pasar modal. 

Hal ini cenderung akan mengikuti bagaimana tren pasar dan apa yang sedang diminati. 

2. Penyaluran Dana Secara Likuid dan Lebih Fleksibel

Dana yang bersifat likuid dominan disukai karena akan membuat pencairan dana lebih mudah bahkan dalam jangka waktu yang relatif singkat.

 Pemegang reksadana tersebut dapat menjual dana sesuai harga Nilai Aktiva Bersih pada hari yang sama dengan waktu pembelian.

Keleluasaan ini menjadikan peluang menyabet keuntungan lebih tepat dan besar pada setiap aset yang diinvestasikan. 

Selain itu waktu yang disediakan pun bervariasi sehingga akan membuat transaksi bisa disesuaikan dengan kondisi paling tepat bagi pengelola. 

3. Pengelolaan Reksadana Oleh Manajer Investasi

Manajer investasi bergerak untuk melakukan investasi terhadap modal yang ditanamkan oleh pemegang unit atau saham. 

Tujuannya adalah mewakilkan individu yang bersangkutan untuk melakukan transaksi secara profesional serta menghindari keputusan yang dapat merugikan. 

Hal inilah yang membedakan reksadana dengan instrumen lainnya yang harus dilakukan sendiri.oleh pemodal. 

Selain lebih profesional, Manajer Investasi juga akan membantu menghindarkan Anda dari resiko berinvestasi sehingga wewenang pengelolaannya dilakukan lebih tepat. 

4. Keamanan Lebih Terjamin

Berinvestasi secara aman adalah impian semua orang, apalagi jika harus meletakkan nominal dana yang besar serta menunggu nasib.

Hal itu tentu akan lebih mendebarkan. Oleh sebab itu, pemilihan reksadana dengan pendapatan tetap bisa menjadi referensi tepat. 

Alasannya adalah karena reksadana memiliki Manajer Investasi yang berkewajiban mengelola modal yang diberikan. Sementara sistem pendapatan tetap membantu modal dan keuntungannya lebih terkawal karena terdapat prosedur yang jelas serta ketentuan pencairan.

5. Reksadana Diawasi Oleh OJK

Memilih instrumen investasi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan adalah salah satu unsur krusial yang wajib diperhatikan sebelum menanam modal. 

Untuk mempermudahnya Anda bisa memilih jasa reksadana yang bisa mengelola modal secara legal. 

Hal ini dibuktikan oleh adanya pengawasan langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan. 

Dengan demikian hampir tidak mungkin suatu lembaga reksadana atau Manajer Investasi melakukan tindakan diluar prosedur yang telah ditetapkan. 

Cara Menghitung Keuntungan dari Reksadana dengan Pendapatan Tetap 

Berbicara keuntungan besar dan likuid, bagaimana besarnya keuntungan dapat diketahui? Untuk menemukan sendiri Anda dapat melakukan kalkulasi sederhana dalam menjumlah keuntungan dari pendapatan tetap pada reksadana. 

Untuk memudahkan persepsi, berikut adalah simulasi penghitungan keuntungan berdasarkan contoh kasus. Jika seseorang menginvestasikan dana sebesar Rp 1 juta pasa reksadana ABC dan harga per unitnya adalah Rp 895. Maka pemodal akan mendapat 1.117,32 per unit. 

Pada tenor 2 tahun kemudian harga NAB naik menjadi Rp 1.100 per unit, sehingga dapat diketahui bahwa keuntungannya adalah jumlah unit dikali Rp 1.100 lalu dikurangi modal awal Rp 1.000.000. Dengan demikian akan ditemukan keuntungan Rp 229.052 atau setara 22,9%. 

Apa Sajakah Resiko Reksadana Pendapatan Tetap?

Meski potensial sebagai lahan investasi bagi pemodal, namun resiko tetap ada walaupun dalam skala cukup kecil. Resiko yang menyertainya juga wajib diwaspadai dan dikenali sejak dini, bahkan bila perlu sebelum kegiatan berinvestasi dimulai. 

1. Resiko Penurunan Nilai Unit Penyertaan

Penurunan nilai unit bisa membuat para pemodal was-was terlebih jika hal tersebut menunjukan grafik anjlok. 

Hal ini bisa terjadi akibat pengaruh turunnya harga surat utang yang berimbas pada nilai unit sehingga membuat keuntungan melayang. 

Meski demikian kemungkinan ini masih berupa kerikil kecil yang jarang terjadi. Terlebih pada reksadana terpercaya yang memiliki pengelola dana terbaik serta mampu membaca kondisi dan situasi yang terjadi di pasar saham termasuk yang berkaitan dengan surat utang. 

2. Resiko Likuiditas dan Wanprestasi

Resiko likuiditas muncul akibat terjadinya penarikan dana besar-besaran banyak investor di waktu yang sama. 

Dengan demikian Manajer Investasi kesulitan mendapat uang tunai yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi serta pencairan dana bagi pemodal. 

Adapun resiko wanprestasi adalah posisi dimana perusahaan asuransi yang memproteksi kekayaan reksadana tidak sesegera mungkin melakukan pembayaran atau membayar di bawah tanggung jawab seharusnya akibat hal-hal yang tidak diharapkan. 

Demikian informasi tentang reksadana pendapatan tetap lengkap dengan keuntungan dan resiko dapat timbul. Semoga bermanfaat. 
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
Comment url