Reksadana Pasar Uang: Pengertian, Keuntungan, Resiko, dan Tips Berinvestasi

Reksadana pasar uang adalah istilah yang diberikan untuk jenis reksadana yang ditempatkan langsung pada pasar uang. Adapun pengelolaannya masih dalam wewenang profesional yakni Manajer Investasi termasuk dalam pembelian instrumen modal. Untuk lebih tahu tentang reksadana jenis ini, mari simak penjelasan berikut ini.

Mengenal Reksadana Pasar Uang

reksadana jenis pasar uang

Wadah berinvestasi dalam berbagai instrumen modal ini diperuntukkan untuk operasional dengan jumlah modal antara 80% hingga 100%. Dana tersebut diletakkan pada efek pasar uang yang memiliki jangka satu tahun, diantaranya adalah Sertifikat Bank Indonesia, Deposito Berjangka dan Obligasi. 

Adapun untuk surat berharga di atas wajib memiliki waktu jatuh tempo di bawah satu tahun. Reksadana ini juga memberikan resiko paling rendah dan return pertumbuhan yang terbatas. Selain itu pada jenis satu ini tidak mengenakan biaya pembelian dan penjualan kembali.

Selain itu, terdapat pula penawaran potensi tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada biaya pembukaan rekening. Dengan demikian hal ini akan semakin menguntungkan pemodal dan memberikan peluang lebih luas untuk berinvestasi dengan ketentuan sederhana. 

BACA JUGA ARTIKEL JENIS-JENIS REKSADANA BERIKUT
REKSADANA PENDAPATAN TETAP
REKSADANA SAHAM
REKSADANA CAMPURAN

Keuntungan Reksadana Jenis Pasar Uang

Begitu maraknya reksadana jenis pasar uang dipilih tentu karena potensi keuntungan dan unsur kelebihan lain yang menyertainya. Tak hanya itu, namun karakteristiknya juga mendukung siapa saja untuk berpeluang menanam modal. Berikut keuntungan-keuntungannya. 

1. Keuntungan Lebih Tinggi

Adanya return yang cukup tinggi dengan persentase antara 6,33% sampai 7,35% persen ini membuat banyak pemodal tergiur. Dengan prinsip investasi, hal ini akan memberi Anda imbal hasil yang bisa diandalkan dan memiliki prospek jangka panjang yang baik. 

Jumlah keuntungan dalam persentase yang cukup tinggi sangat tepat untuk dimanfaatkan dengan besar modal yang kompeten. Dengan demikian hasil rupiahnya pun tentu akan berkembang dan menjadi sumber pendapatan yang berpengaruh dalam ekonomi. 

2. Biaya Awal Investasi yang Ringan

Tak perlu menunggu mampu atau memiliki finansial kelas atas untuk mulai berinvestasi pada pasar uang. Pasalnya Anda cukup menanam modal awal minimal Rp 100.000 untuk bisa mendapat hasil yang menguntungkan. 

Meski awalnya merupakan nominal yang kecil, namun dengan modal yang memadai maka banyak pihak bisa berkesempatan melatih investasi dan terus berpeluang untuk mengembangkannya. Bahkan Anda bisa melanjutkannya dengan modal yang lebih besar untuk keuntungan besar pula.

3. Penarikan Dana Bisa Dilakukan Kapan Saja

Keunggulan lainnya yang begitu menarik adalah penarikan dana keuntungannya yang bisa dilakukan kapan saja, sehingga tidak terikat atau dibatasi dengan waktu tertentu. Proses penarikan dana ini pun sangat mudah dan tidak dikenai biaya apapun. 

Pengambilan yang sangat fleksibel ini membuat jenis reksadana dengan pasar uang sangat diminati dan banyak dipilih. Selain itu, investasi pada pasar uang juga digunakan sebagai alternatif bisnis investasi yang keuntungan dirasakan dalam jangka pendek.

Resiko Reksadana Jenis Pasar Uang

Tidak hanya diliputi oleh keuntungan, namun setiap investasi modal juga perlu mewaspadai kemungkinan resiko yang dapat terjadi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dan mengatasi jika hal tak diinginkan terpaksa terjadi. Berikut resiko reksadana jenis pasar uang.

  • Resiko Kegagalan Bayar

Resiko gagal bayar dapat terjadi jika obligasi atau surat berharga dengan masa tempo kurang dari setahun tidak dapat dilunasi. Terlebih jika obligasi tersebut diperoleh melalui perusahaan swasta yang kebetulan sedang bermasalah sehingga kurang aman untuk dijadikan investasi. 

Oleh sebab itu, pemodal disarankan untuk memilih obligasi atau surat berharga dari perusahaan pemerintah yang lebih terjamin keamanannya. Dengan demikian maka akan meminimalisir kemungkinan gagal bayar terhadap pemegang unit.

  • Resiko Penarikan Besar-Besaran

Mudah melakukan redeem uang bagi pemodal adalah hal yang sangat disukai terlebih pada pasar modal yang tidak dibatasi oleh waktu. Namun hal yang membahayakan adalah jika penarikan tersebut dilakukan serentak oleh banyak pemodal sekaligus. 

Resiko ini disebut dengan redemption besar-besaran yang membuat reksadana terpaksa dijual dengan harga dibawah pasar sebelum masa jatuh tempo. Maka kondisi ini akan membuat investor mengalami kerugian, sehingga penting untuk mempertimbangkan penarikan secara tepat. 

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA
PENGERTIAN REKSADANA
REKSADANA YANG COCOK UNTUK PEMULA

Tips Memilih Reksadana Jenis Pasar Uang

Untuk memulai berinvestasi pada reksadana jenis pasar uang, Anda harus mengenal trik dan tips yang tepat agar mendapat keuntungan yang diharapkan. Selain itu, hal ini sangat penting untuk semaksimal mungkin menghindari kerugian. Berikut tips reksadana jenis pasar uang. 

1. Menentukan Tujuan Investasi dan Mempersiapkan Dana

Pada umumnya setiap investasi dimatangkan dalam perencanaan untuk tujuan keuangan yang lebih baik. Namun Anda juga perlu menata tujuan lebih spesifik sesuai kondisi dan harapan yang ingin dicapai. Menancapkan tujuan dengan pasti akan membantu seseorang bergerak lebih cepat. 

Setelah itu, pastikan investor juga telah mempersiapkan dana dan membuat perencanaan modal yang baik. Hal ini dibutuhkan untuk memasok reksadana dengan dana yang telah siap. Pastikan juga nominal yang dimasukkan tidak mengambil bagian pos pengeluaran mendesak lainnya. 

2. Membaca Prospektus Reksadana

Membaca skema prospektus akan membuat pandangan investor lebih terbuka termasuk pada kemungkinan yang dapat terjadi. Baik berupa keuntungan maupun kerugian. Langkah ini juga termasuk pada memahami seluruh aspek yang melandasi reksadana jenis pasar uang.

Misalnya berupa profil, cara kerja reksadana, legalitas, pengelolaan, biaya hingga resikonya secara jelas. Anda dapat menilai dari berbagai segi reksadana sebelum yakin untuk mulai menanam modal. Dengan demikian seseorang benar-benar siap secara teori untuk menginvestasikan dananya. 

3. Mengelola Keuangan dengan Baik

Setelah memiliki kesempatan untuk mengambil keuntungan kapan saja, Anda tetap harus mempertimbangkannya lebih lanjut. Tetap mengelola keuangan dengan bijak menjadi salah satu kunci stabilitas finansial yang mendukung. 

Tak hanya menjaga stabilitas, namun juga mampu meningkatkan peluang investasi dengan keuntungan lebih besar yang dapat dirasakan dalam jangka panjang. Hal ini juga bermanfaat untuk mengantisipasi kerugian atau hal tak terduga lainnya. 

Demikian informasi tentang reksadana jenis pasar uang beserta keuntungan, kerugian dan tips memulainya. Semoga informasi ini bermanfaat. 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
Comment url