Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Panduan Cara Trading Saham Syariah dan Kriterianya

Apa itu syariah dan saham dengan embel-embel syariah? Syariah adalah hukum Islam yang merupakan penggabungan hukum dari Alquran dan fatwa, aturan ulama Islam. Cara trading saham syariah merupakan sebuah metode untuk para investor yang ingin bermain saham namun tetap halal.

Hukum syariah menetapkan aturan yang harus dipatuhi oleh semua muslim. Hukum syariah tidak hanya menjelaskan aturan untuk aktivitas sehari-hari seperti sholat dan puasa saja, namun hukum ini juga bisa digunakan untuk membuat keputusan di bidang bisnis dan keuangan, seperti bermain saham.

Mengapa Saham Syariah Penting?

Saham syariah semakin populer sebagai pilihan investasi bagi masyarakat muslim yang memandang pasar saham sebagai salah satu bentuk perjudian. Dengan semakin populernya investasi yang bertanggung jawab secara sosial, popularitas saham syariah juga meningkat pesat.

Ada beberapa perusahaan yang mengelola indeks syariah. Salah satu perusahaan terkemuka adalah Indeks Saham Syariah Indonesia yang juga terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Paralel atau masa depan indeks saham ini juga bisa menjadi bursa saham sosial yang akan berisi saham perusahaan sosial.

Hal ini mungkin juga mengarah pada budaya memiliki pasar saham yang lebih tematik dan melayani kategorisasi berbasis kebutuhan sosial daripada berbasis modal perusahaan.

Artikel Terkait: Panduan Menjadi Dropshipper Sukses

Saham syariah akan melalui proses skrining syariah. Skrining Syariah adalah tes yang dilakukan pada semua ekuitas yang terdaftar untuk memeriksa apakah saham dan perusahaan induknya sesuai dengan semua hukum dan fatwa syariah atau tidak.

Jika layak untuk diperdagangkan sesuai hukum Islam, maka perusahaan termasuk dalam indeks syariah. Proses skrining ini biasanya rutin dilakukan setiap beberapa bulan sekali. Saham-saham yang berhasil lolos seleksi syariah disebut dengan saham yang sesuai dengan syariah.

Prinsip Investasi Saham Syariah

cara trading saham syariah

Ada beberapa prinsip untuk trading saham syariah tertentu, di antaranya adalah :

1. Bisnis Perusahaan Harus Halal

Bisnis utama dari perusahaan yang ingin dibeli sahamnya harus halal. Setidaknya, bisnis perusahaan tidak terlibat dalam kegiatan, seperti manufaktur perusahaan, penjualan atau penawaran minuman keras dan makanan haram seperti babi.

Artikel Lainnya: Peluang Bisnis Jasa Translate Jurnal

Perusahaan juga tidak boleh terlibat dalam layanan tidak bermoral seperti perjudian, diskotik, prostitusi, klub malam, pornografi, pub, dll.

Prinsip syariah tidak mengizinkan seorang muslim untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang tidak halal atau perusahaan-perusahaan yang penghasilan utamanya didasarkan pada kegiatan-kegiatan yang disebutkan di atas karena haram hukumnya dalam Islam, yang artinya dilarang.

2. Debt to Market Value of Equity Tidak Boleh di Angka 33%

 Perusahaan yang memiliki total Debt to Market Value of Equity (12 Bulan rata-rata) lebih besar dari atau sama dengan 33%, tidak dianggap sebagai perusahaan syariah. Rasio hutang terhadap ekuitas (D / E) dihitung dengan membagi total hutang perusahaan dengan ekuitas pemegang sahamnya.

3. Market Value of Equity Tidak Boleh 49%

Perusahaan yang memiliki Market Value of Equity (rata-rata 12 bulan) lebih besar dari atau sama dengan 49%, tidak termasuk dalam indeks syariah. Nilai pasar ekuitas adalah total nilai mata uang ekuitas perusahaan yang dihitung dengan mengalikan harga saham saat ini dengan total saham yang beredar.

4. Hindari Perusahan yang Berpotensi Riba

Islam melarang keras segala jenis riba dan bunga. Allah SWT menyebutkan bahwa perdagangan diperbolehkan, tetapi riba dilarang. Seiring dengan larangan ini, nabi Muhammad SAW mengutuk praktik menerima dan memberi bunga.

Baca Juga: Tips Menghasilkan Uang dari Komputer

Menurut prinsip syariah, Anda yang ingin berinvestasi saham, tidak diperbolehkan memperoleh saham perusahaan yang diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung pada riba.

Perusahaan yang menyediakan jasa keuangan dengan bunga, seperti bank berbasis bunga, perusahaan asuransi, perusahaan pembiayaan dan leasing, dll termasuk dalam kategori perusahaan yang harus dihindari.

Nah, keempat hal di atas perlu dijadikan sebagai dasar ketika hendak berinvestasi saham dengan prinsip syariah. Memang sulit untuk menemukan perusahaan mana yang menggunakan prinsip syariah dalam operasionalnya.

Dunia memang begitu kompleks dan saling terkait sehingga dalam banyak kasus, untuk bisnis lokal atau internasional, tidak mungkin untuk menghindari transaksi dari perbankan berbasis bunga atau segala bentuk keterlibatan dengan bunga.

Oleh sebab itu, dalam kasus jenis bisnis campuran, di mana perusahaan multisektoral terlibat di keduanya (halal dan haram) sementara investor tidak bisa tahu seperti apa basis bisnis perusahaan yang ingin dibeli sahamnya, maka para ahli hukum Islam menghukumi mubah.

Mubah adalah menyetujui diperbolehkannya berinvestasi di perusahaan-perusahaan tersebut dalam kondisi tertentu. Jika  bisnis utamanya adalah halal,tetapi perusahaan meminjam uang dengan bunga atau menempatkan uangnya dalam bentuk berbunga.

Namun, di kemudian hari, selaku pemegang saham, Anda harus bersuara menentang praktik ini dalam rapat umum tahunan perusahaan.

Ketika Anda selaku pemegang saham muslim menerima dividen, maka Anda harus memastikan proporsi dividen yang berasal dari aktivitas berbunga dan memberikannya untuk amal.

Saham Perusahaan yang Diperbolehkan dan Tidak Menurut Syariah

Para ulama dari 53 negara mayoritas muslim di seluruh dunia, membuat beberapa rekomendasi untuk pembelian saham di antaranya adalah :

  • Saham perusahaan yang produknya tidak diizinkan secara syariah dilarang memiliki, membeli, menjual dll. Contoh: bank dan perusahaan asuransi berbasis bunga, bisnis hiburan, dll.
  • Saham perusahaan yang mematuhi aturan syariah, seperti bank syariah dan perusahaan asuransi syariah diperbolehkan.
  • Saham perusahaan yang produknya diperbolehkan tetapi perusahaan melakukan transaksi yang tidak diperbolehkan, seperti mendapatkan pembiayaan berbasis bunga, menyimpan di bank untuk mendapatkan bunga, membuat kontrak yang mencakup persyaratan terlarang atau menjual senjata kepada teroris dan perusahaan yang menjual produk yang tidak diizinkan beroperasi, pada prinsipnya tidak diizinkan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengkategorikan saham sebagai syariah apabila kegiatan usahanya serta pengelolaan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip syariah prinsip dan tidak terlibat dalam salah satu bisnis seperti:

  1. Perusahaan atau badan bisnis spekulatif
  2. Perdagangan dengan non-pengiriman barang atau jasa
  3. Berdagang dengan penawaran/permintaan palsu
  4. Bank konvensional
  5. Perusahaan leasing konvensional
  6. Perdagangan risiko yang mengandung ketidakpastian (gharar) atau perjudian (maisir), misalnya asuransi konvensional
  7. Mendistribusikan, memproduksi, memperdagangkan dan/atau menyediakan produk atau layanan yang dilarang karena isinya; produk atau jasa yang dilarang bukan karena isinya tetapi karena dinyatakan dilarang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan/atau produk atau jasa yang dapat merendahkan akhlak.
  8. Melakukan transaksi suap.

Cara Trading Saham Syariah

prinsip investasi saham syariah

Sudah paham bukan mengapa penting sekali untuk membeli saham dari perusahaan yang menerapkan prinsip syariah? Sudah yakin untuk memulai investasi saham syariah? Jika sudah yakin, yuk ikuti cara investasi saham syariah di bawah ini :

1. Analisis Sebelum Trading Saham

Cara trading saham syariah yang pertama ini sama dengan berinvestasi di saham yang konvensional. Selaku investor, Anda harus melakukan analisis setiap saham sebelum yakin untuk melakukan pembelian. Anda harus belajar tentang metode analisis saham agar tidak mengalami kerugian.

Jika Anda sudah belajar mengenai teknik analisis saham, maka dana yang Anda keluarkan untuk berinvestasi bisa membuahkan hasil yang menguntungkan untuk keuangan Anda. Siapa sih yang ingin rugi dalam berinvestasi?

Sekalipun sahamnya berbasis syariah, tetap saja semua orang tidak ingin mengalami kerugian. Anda perlu pelajari semua analisis mengenai pasar saham entah itu secara fundamental maupun yang sifatnya teknik.

Analisis yang bersifat teknikal bisa berupa dengan tren pasar, bagaimana pergerakan grafik, dan pola apa yang sedang berubah. Sementara untuk analisis yang sifatnya fundamental adalah lebih mengutamakan kondisi kesehatan keuangan perusahaan Anda.

Dengan dua metode analisis ini, maka Anda bisa meyakinkan diri untuk membeli saham syariah. Meskipun analisis di atas tidak bisa menjamin sepenuhnya bahwa saham syariah  100% berhasil, namun setidaknya bisa digunakan untuk mengurangi kerugian yang nantinya Anda hadapi.

2. Gunakan Shariah Online Trading System (SOTS)

Khusus untuk yang mau berinvestasi saham syariah, maka Anda bisa menggunakan aplikasi bernama SOTS atau Shariah Online Trading System. Cara trade saham yang patuh syariah semakin lebih mudah dengan aplikasi SOTS ini.

Dengan aplikasi ini, Anda selaku investor menjadi lebih mudah untuk belajar memahami sistem dari pasar saham online yang menerapkan sistem Islami. Di sini, Anda bisa tahu saham mana yang telah berprinsip syariah.

Mengingat syariah juga memberikan beberapa pedoman tentang sifat aset perusahaan yang berfokus pada pengamanan kepentingan dan hak investor, jadi Anda tidak bisa asal berinvestasi. Dalam Islam, Anda tidak boleh berinvestasi di  perusahaan yang hanya memiliki aset likuid.

Jika perusahaan tidak memiliki aset non-likuid, maka hanya diperbolehkan untuk berdagang dengan nilai nominal saham, karena dalam hal ini saham mewakili seperti uang tunai. Jadi, perdagangan di atas atau di bawah nilai akan dianggap sebagai riba di bawah prinsip Islam.

Pada kenyataannya hampir semua perusahaan memiliki aset likuid dan non likuid. Dalam hal itu, para ahli hukum memiliki pandangan berbeda terhadap rasio aset likuid terhadap total aset. Mazhab Syafi'i dan Hanbali telah menetapkan likuid minimum sebesar 51%, sementara ulama dari mazhab Hanafi berpendapat bahwa rasio tidak boleh lebih dari 33%.

Selain itu, ulama Hanafi juga menambahkan dua syarat wajib. Pertama, bagian non likuid dari kombinasi tidak boleh dalam jumlah yang dapat diabaikan. Kedua, harga campuran aset likuid dan non-likuid harus lebih dari harga jumlah likuid yang terkandung di dalamnya.

Dari SOTS, ini Anda bisa belajar semua hal mengenai saham syariah karena banyak sekali panduan yang bisa membantu Anda. Hanya saja, di aplikasi ini, tidak banyak broker yang membuka investasi saham syariah.

Setidaknya, sampai hari ini hanya ada 18 daftar broker berprinsip syariah yang disetujui oleh BEI dan tentunya sudah lulus uji oleh Dewan Syariah Nasional MUI. Dengan aplikasi SOTS, Anda selaku investor hanya bisa menggunakan uang tunai dalam setiap trading saham.

Selain itu,, dikarenakan cara trading saham syariah ini menggunakan prinsip hukum Islam, maka Anda tidak menggunakan praktik margin trading. Anda juga tidak diperkenankan untuk melakukan short selling.  

3. Pahami Sifat Kepemilikan Saham

Khusus investasi saham syariah, maka laporan kepemilikannya mengalami pemisahan. Prinsip trading syariah mengizinkan hanya saham biasa untuk diperdagangkan.

Menjual saham biasa seperti menjual sebagian dari saham perusahaan, dan dianggap sebagai milik perseorangan, yang mana pemilik berhak menjual atau meminjamkan selama tidak merugikan pemegang saham lainnya.

Jadi, berinvestasi pada saham biasa diperbolehkan jika bisnis utama perusahaan sesuai syariah. Jika di saham konvensional, saham dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu saham biasa dan saham preferen. Pemegang saham biasa memiliki hak suara dan dianggap sebagai pemilik sebenarnya dari perusahaan.

Pemilik saham hanya memiliki klaim sisa (apapun yang tersisa) atas pendapatan dan aset dalam kasus likuidasi perusahaan. Di sisi lain, pemegang saham preferen tidak memiliki hak untuk memilih, dan tidak dianggap sebagai mitra perusahaan yang sebenarnya.

Saham preferen memiliki klaim prioritas atas pemegang saham biasa atas aset dan pendapatan perusahaan dan harus dibayar sebelum pemegang saham biasa. Dividen saham preferen umumnya lebih besar daripada saham biasa dan dibayarkan secara berkala.

Dikarenakan pemegang saham preferen tidak memiliki hak untuk memilih, dan tidak dianggap sebagai mitra perusahaan yang sebenarnya, maka uang tambahan yang didapatkan seperti riba karena mengambilnya tanpa membagi resiko untung dan rugi.

4. Gunakan Daftar Daftar Efek Syariah (DES)

DES adalah panduan yang sangat penting untuk berinvestasi di saham syariah. Anda bisa memilih saham syariah yang terdaftar di DES. Aplikasi DES ini diciptakan oleh OJK dan selalu diperbarui daftarnya setiap sekali dalam setahun, entah bulan Mei atau bisa juga November.

Setidaknya ada 400 daftar saham syariah yang telah masuk ke dalam list DES. Di aplikasi ini, perusahaan yang termuat sudah secara otomatis berlandaskan prinsip syariah Islam. Tidak ada perusahaan yang basis bisnisnya dilarang dalam Islam, sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas.

Jadi, Anda tidak harus mengecek lagi profil perusahaan satu-satu hanya untuk mencari mana yang sekiranya berprinsip syariah karena semua sudah terinput secara otomatis di DES.

Sementara untuk Anda yang ingin sekali berinvestasi di perbankan, ada banyak kok bank-bank syariah yang juga terdaftar di DES. Mulai dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah, Bank Panin Dubai Syariah dan masih banyak lagi.

5. Selalu Rutin Melakukan Pengecekan

Apabila Anda sudah yakin untuk trading saham, maka pastikan untuk selalu mengeceknya dengan rutin. Jangan sampai selesai berinvestasi, maka Anda mengabaikannya begitu saja! Selalu lakukan review dan pengecekan, setidaknya satu bulan sekali.

Perhatikan bagaimana cara kerja saham syariah Anda, apakah trading Anda dirasa sudah tepat atau belum. Apakah ada kenaikan harga atau justru mengalami penurunan. Dengan rutin melakukan evaluasi ini, maka Anda bisa melakukan perbaikan ke depannya untuk menentukan langkah apa yang tepat.

Jika memang saham memberikan hasil yang tinggi pada keuangan perusahaan, maka Anda bisa terus melanjutkan investasi tersebut. Sebaliknya, jika dirasa hanya memberikan kerugian, maka Anda bisa melepaskan saham syariah tersebut.

6. Mulailah Dari Dana yang Kecil

Cara investasi saham syariahyang terakhir adalah mulai dengan modal kecil terlebih dahulu. Berinvestasi tidak harus dengan uang 10 juta dalam sekali bayar, kok! Mulailah dengan dana minimal uang yang Anda miliki.

Jika Anda mempunyai Rp 500.000 untuk investasi, ya gunakan saja semampu yang dimiliki. Dengan uang tersebut, Anda sudah bisa melakukan investasi saham syariah. Untuk Anda yang baru saja berinvestasi, sangat disarankan untuk memulainya dari yang terkecil untuk meminimalisir resiko.

Daftar Saham Syariah di Indonesia

Berikut adalah beberapa contoh perusahaan yang termasuk anggota Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

NO

KODE

EMITEN

1.

AKSI

MAJAPAHIT INTI CORPORA Tbk.

2.

APII

ARITA PRIMA INDONESIA Tbk.

3.

ARII

ATLAS RESOURCES Tbk.

4.

BOSS

BORNEO OLAH SARANA SUKSES Tbk.

5.

CTRA

CIPUTRA DEVELOPMENT Tbk.

6.

GOOD

GARUDAFOOD PUTRA PUREI JAYA Tbk.

7.

KAEF

KIMIA FARMA Tbk.

Jam Trading Saham Terbaik

Mengetahui jam bursa saham terbaik merupakan salah satu skill wajib bagi trader. Dengan mengetahui waktu ideal untuk trading saham, trader sudah meningkatkan kemungkinan profit hingga 12%, kurang lebih begitulah klaim situs IDX Indonesia. Berikut adalah jam trading terbaik yang wajib Anda notice.

HARI

SESI 1

SESI 2

Senin-Kamis

Pukul 09.00-12.00

Pukul 13.30-15.49

Jumat

Pukul 09.00-11.30

Pukul 14.00-15.49

Bagaimana? Tidak begitu sulit bukan belajar cara trading saham syariah? Dengan mengetahui prinsip cara trading saham berbasis syariah dan 6 panduan untuk berinvestasi, maka yakinlah bahwa Anda bisa menuai keberhasilan saat berinvestasi nantinya.

Post a Comment for "Panduan Cara Trading Saham Syariah dan Kriterianya"