Panduan Cara MUDAH Membaca Indikator RSI bagi Pemula

Berbicara mengenai dunia bisnis, pasti tidak akan pernah lepas dari pembahasan tentang cara membaca indikator RSI

Dikarenakan hal tersebut berkaitan dengan trading saham yang disebut-sebut cukup rumit dan juga menantang. Jangan berkecil hati, dengan ketelitian trader keuntungan pasti bisa didapatkan.

Oleh karenanya, dolarhijau.com akan membahas secara tuntas. 

Apa Itu RSI?

Mungkin ada sebagian masyarakat yang belum mengenal apa itu RSI. Pada umumnya, pengertian RSI adalah singkatan dari Relative Strength Index. 

Artinya, indikator teknis yang fungsinya digunakan dalam analisis pasar keuangan. Termasuk dalam berbisnis saham. RSI ini juga memiliki peran, yaitu sebagai parameter momentum.

Peran tersebut adalah untuk mengukur dari pergerakan harga saham. Jika momentumnya mengalami peningkatan, itu tandanya saham tersebut dibeli secara aktif..

Sebaliknya, bila mengalami penurunan maka tren sahamnya melemah. Selain jadi momentum, RSI juga diandalkan sebagai parameter osilasi.

Baca Juga: Cara Beli Saham Luar Negeri

Itu artinya para trader bisa mengetahui informasi mengenai kondisi pasar yang telah mengalami jenuh beli. 

Biasanya disebut dengan istilah overbought atau bahkan mengalami oversold atau jenuh jual. Pada umumnya, RSI ini memiliki tujuan untuk dapat mendeteksi sinyal antara beli dan juga jual.

Mempelajari Indikator RSI juga mengharuskan Anda tahu beberapa seluk beluk trading. 

Namun, bagi Anda yang ragu akan kehalalan trading, bisa Anda baca artikel kami tentang cara trading saham syariah

Bagaimana Cara Membaca Indikator Relative Strength Index (RSI)?

Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa RSI ini digunakan untuk dapat mengetahui kekuatan dari harga saham. Caranya mudah, dengan membandingkan kenaikan serta penurunan harganya di dalam grafik. Tujuannya tetap sama, yaitu untuk bisa memberikan sinyal jual maupun beli.

  1. Perhatikan garis / grafik dalam trading saham
  2. Saat garis RSI nya naik ke atas, berarti indikatornya sinyal beli / golden cross
  3. Namun, jika garis RSI nya turun. Indikatornya memberii sinyal jual atau death cross
  4. Garis RSI memiliki range 0-100. Jika garisnya di atas 70 artinya overbought
  5. Dengan garis di atas 70, Anda tidak disarankan membeli saham
  6. Garis RSI juga akan mengalami jenuh jual di angka 30 ke bawah
  7. Dengan garis di angka 30 ke bawah, Anda disarankan membeli saham

Cara Menggunakan Indikator RSI Dalam Terminal Trading LiteForex

Anda juga bisa menggunakan indikator RSI dalam terminal trading. Perlu diketahui, bahwa trade terminal ini sudah dirancang secara khusus untuk memiliki berbagai macam fitur trading. 

Termasuk LiteForex. Jadi, fitur tersebut tidak akan ada di dalam platform trading biasa pada umumnya. 

  1. Buka terminal trading LiteForex
  2. Di profil Anda, bukalah grafik trading. Pilih pasangan uang apa saja
  3. Kemudian, klik trade di menu bagian kiri “TRADE”
  4. Lalu pilih bagian Currencies, klik pasangan mata uang yang diinginkan
  5. Di atas grafik, Anda klik Indicators lalu pilihlah indikator RSI 
  6. Nantinya akan muncul pop up di bawah grafik harga
  7. Proses menggunakan indikator RSI di Liteforex selesai

Aturan untuk Dapat Melakukan Buy Menggunakan Relative Strength Index (RSI)

Sesuai dengan pembahasan sebelumnya, bahwa RSI ini dapat digunakan agar para trader bisa mengetahui informasi mengenai jenuh beli. 

Menurut informasi, RSI ini tidak cocok bagi trader yang agresif atau yang biasanya melakukan trading paling sering. Karena RSI jarang memunculkan sinyal.

  • RSI harus tetap ada di area oversold atau di bawah angka 30
  • Anda tunggu hingga RSI-nya lepas area oversold atau grafiknya naik ke 30
  • Untuk penguatnya, pastikan ada yang namanya candlestick bullish 
  • Tunggu hingga candlesticknya close atau selesai
  • Anda entry atau buy di pembukaan candlestick selanjutnya
  • Tempatkan stop loss-nya di bawa swing low paling terakhir

Aturan untuk Dapat Melakukan Sell Menggunakan Relative Strength Index (RSI)

Tidak hanya dengan melakukan buy / beli saja, Anda juga akan dihadapkan dengan posisi sell saat menggunakan Relative Strength Index. 

Namun, sebelum menjual ada baiknya perhatikan aturan yang sudah ditetapkan. Supaya hasilnya dapat maksimal dan tidak merugi. Berikut ulasannya.

  • Pastikan RSI tetap pada area overboought, di atas angka 70
  • Tunggu saja hingga RSI-nya turun ke bawah angka 70
  • Untuk penguatanya, pastikan cundlestick bearish lepas area overbought
  • Tunggu lagi hingga candlestick-nya close atau selesai
  • Anda sell di pembukaan candlestick selanjutnya
  • Tempatkan lagi stop loss tepat di atas swing high terakhir

Strategi Trading Menggunakan Relative Strength Index (RSI)

RSI atau merupakan singkatan dari Relative Strength Index ini, istilahnya pertama kali terkenal berkat J. Welles Wilder Jr di tahun 1978. 

Tujuan dengan menggunakan RSI ini adalah untuk dapat mengukur kecepatan serta perubahan harga di setiap produk keuangan. 

1. Strategi Overbought dan Oversold 

Salah satu strategi yang dimiliki oleh RSI, yaitu overbought atau jenuh beli ( di atas level 70) dan juga oversold atau jenuh jual (di bawah level 30). 

Untuk entry jual, akan dilakukan saat sinyal RSI naik ke level over bought. Lalu setelah itu akan dieksekusi ketika sinyalnya turun. 

Sedangkan untuk entry beli akan dilakukan ketika sinyal dari RSI turun ke level oversold. Lalu setelah itu akan dieksekusikan ketika sinyalnya kembali naik. 

Bisa juga dilakukan saat sinyal RSI justru turun setelah posisinya di atas oversold. Untuk stop loss-nya bisa Anda lakukan saat sinyal di bawa oversold.

2. Strategi Failure Swing 

Ada lagi strategi dari penggunaan RSI, yaitu strategi Failure Swing atau biasanya dikenal dengan arti gagal ayun. 

Menurut penciptanya Wilder, gagal ayun ini termasuk indikasi dari kuat sinyal atau balik arah. Sinyal strategi ini akan terfokus sepenuhnya ke RSI dan mengabaikan pergerakan dari harga.

Strategi Failure Swing ini terbagi menjadi dua strategi lagi, yaitu Bullish Failure Swing (terbentuk saat RSI bergerak ke arah bawah) dan bertahan di atas oversold. 

Sedangkan Bearish Failure Swing (terbentuk ketika RSI-nya naik ke overbought lalu terkoreksi di bawah overbought).

Arti Dari Persilangan Garis Tengah Relative Strength Index

Mungkin tidak banyak trader pemula akan mengetahui ini. Perlu diketahui, bahwa selain adanya dua garis di indikator Relative Strength Index. 

Seperti di garis 70% serta 30%, masih ada garis lain yaitu persilangan garis tengah yang biasanya akan tampil dengan tanda angka sebesar 50%. Ini yang namanya trend saham masa kini.

Dikarenakan trend naik akan selalu ditandai dengan gerak garis tengah 50%, lalu berlanjut di atas garisnya. 

Dari sini, garis Relative Strength Index akan melintasi garis tengah dari arah bawah lalu bergerak naik sampai berhenti di angka 70. Ini termasuk sinyal tren pasar mengumpulkan momentum.

Dari situlah muncul yang namanya sinyal bullish, namun sebaliknya jika pergerakannya dari arah atas angka 50 lalu bergerak ke 30. 

Itu tandanya tren sedang turun, inilah yang dinamakan sebagai perpotongan dari garis tengah yang jatuh. Garis Relative Strength Index akan melintas angka 50.

Dengan membaca dan mengetahui bagaimana cara membaca indikator RSI seperti pada artikel di atas. Kini sebagai seorang trader pemula, Anda tidak perlu khawatir akan bingung dalam menggunakan indikator RSI. Pastikan bahwa tidak sesering melakukan trading, agar hasilnya stabil.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
Comment url