10 Tips Investasi Untuk Mahasiswa dan Pelajar, Serta Rekomendasi Jenis yang Disarankan

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, pembicaraan mengenai investasi untuk mahasiswa dan pelajar seakan menjadi topik menarik untuk dibahas. 

Mengingat sekarang banyak kaum milenial yang berusaha mencoba terjun ke dalam dunia bisnis. Tujuannya, tidak lain adalah sukses sejak usia muda. Berikut adalah ulasan lengkap yang sudah dirangkum oleh Dolarhijau.

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Investasi 

investasi untuk pelajar anak sekolah dan mahasiswa

Sebelum menginjak ke pembahasan yang lebih mendalam, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu terkait apa saja hal penting yang harus diperhatikan sebelum melakukan investasi. Terlebih lagi seorang pemula yang artinya masih awam dengan aktivitas dan cara berinvestasi untuk mahasiswa ini. Berikut ulasannya.

1. Menentukan dan Merencanakan Tujuan Melakukan Investasi Sejak Dini

Sebelum melakukan investasi untuk pelajar, baik dalam jangka panjang atau bahkan pendek. Ada baiknya Anda menentukan serta merencanakan tujuan dalam berinvestasi secara jelas dan rinci. Jika mempunyai tujuan jelas, apalagi dijalankan secara sistematis dan terstruktur. Sudah pasti bisnis berjalan lancar.

Tidak menutup kemungkinan, dibalik perencanaan tujuan yang terstruktur tersebut bisnis yang dikelola mengalami sukses besar. Anda harus bisa mencontohkan orang lain yang sudah sukses sebagai bentuk motivasi. Bisa juga membaca buku bisnis yang biasanya di dalam terdapat jenjang karir dan usahanya dalam meraih sukses.

2. Menghitung Pendapatan yang Saat Ini Dimiliki Secara Rinci 

Kemudian, sebelum melakukan investasi yang cocok untuk mahasiswa terlepas dari apapun bentuknya, Anda juga harus menghitung pendapatan yang saat ini dimiliki. Caranya mudah, cukup cata semua jenis pemasukan keuangannya secara rinci dan detail di sebuah note atau buku khusus catatan keuangan. Jadi, hasilnya tidak berantakan dan mudah dicek.

Jika sudah mengetahui bagaimana kondisi dari keuangan yang dimiliki. Langkah selanjutnya, Anda dapat menyesuaikan sendiri berapa besaran modal yang nantinya akan diberikan untuk suatu bisnis tertentu. Pastikan keuangan dalam kondisi yang stabil, karena bila tidak maka investasi pun gagal.

3. Membayar Hutang Piutang yang Dimiliki Terlebih Dahulu 

Hutang piutang merupakan salah satu hal yang harus Anda cermati terlebih dahulu sebelum melakukan investasi. Baik itu jangka pendek atau bahkan dalam jangka panjang. Biasanya banyak sekali pebisnis yang justru mengabaikan hal ini, hasilnya mereka justru tidak bisa lanjut progres. Khusus untuk usia yang lebih dini, investasi untuk anak SMA misalnya, sangat tidak disarankan untuk berhutang.

Perlu Anda ketahui, bahwa di dalam dunia bisnis ini pengelolaan keuangan serta mengatur strategi tepat dan akurat untuk menanamkan modal investasi. Hal tersebut sangatlah penting dan harus dimiliki oleh setiap pebisnis. Jika memang masih ada hutang, lunasi dulu agar tidak menjadi kendala.

4. Memiliki Aset yang Cukup Banyak 

Aset berharga yang Anda miliki saat ini, bisa menjadi modal awal dalam mendapatkan untung berinvestasi di masa mendatang. Semakin banyak aset yang dimiliki, maka besar pula keuntungan yang mungkin saja bisa didapatkan. Dikarenakan pebisnis tidak perlu cari modal / dana dari sumber lain. 

Itulah mengapa sangat penting seorang pebisnis memperbanyak aset berharganya. Dikarenakan nantinya bisa dijadikan sebagai modal utama untuk berinvestasi. Tujuannya, supaya stabilitas bisnis yang dijalankan pun juga akan semakin meningkat. Perbanyaklah aset Anda demi masa depan.

Tips Berinvestasi untuk Mahasiswa dan Pelajar

Sebagai seorang pemula yang masih berada dalam tahap awal mengenal bisnis. Tentu saja tidak bisa sembarangan melakukan investasi begitu saja, sangat diperlukan yang namanya rencana yang rinci dan terstruktur. Tujuannya, supaya investasi dapat berjalan lancar tanpa ada kendala lain.

1. Mulailah dengan Berinvestasi Paling Kecil Terlebih Dahulu 

Bagi seorang pemula yang baru saja terjun ke dalam dunia bisnis, setelah mengatur kondisi keuangan agar tidak ada hutang piutang. Langkah selanjutnya adalah masuk ke dalam tahap investasi untuk milenial ini. Namun, ada baiknya Anda memilih investasi dengan modal paling sedikit terlebih dulu.

Jangan lupa juga, pilihlah investasi yang sudah terjamin performanya. Biasanya investasi terbaik itu sudah memiliki performa yang baik dalam kurun waktu sekitar 5 sampai dengan 10 tahun terakhir. Jika masih bingung, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan broker. Selain itu, banyak baca buku tentang investasi.

2. Tidak Berlebihan Dalam Melakukan Investasi 

Sebagian besar rasa takut yang muncul dari pebisnis pemula adalah kehilangan banyak uang. Hal tersebut seakan sudah menjadi hal yang wajar dan lumrah saja, tidak menutup kemungkinan juga mereka akan berhutang terlebih dahulu untuk menanamkan banyak modal agar menjadi untung.

Justru pemikiran tersebut sangat salah, seharusnya sebagai seorang pemula tidak sepercaya diri itu langsung mendapatkan untung. Dikarenakan semua investasi untuk remaja atau anak sekolah itu bertahap, tidak bisa instan mendapatkan keuntungan. Jadi, rekomendasi untuk Anda jangan pernah investasi terlalu berlebihan.

3. Jangan Memantau Perkembangan Investasi Terlalu Sering

Melihat perkembangan investasi secara berkala memang dianjurkan, akan tetapi tidak perlu sedetail dan sesering mungkin. Dikarenakan dengan selalu memonitor atau memantau perkembangan dari investasi tersebut, justru akan semakin membuat Anda khawatir dan akhirnya takut mengambil keputusan.

Pada umumnya, tujuan utama dalam melakukan investasi adalah untuk dapat membangun kekayaan jangka panjang. Jadi, direkomendasikan untuk Anda sebagai pemula dalam berinvestasi, supaya tidak terlalu memantau investasi. Lakukanlah sekitar sebulan sekali saja, cari cara yang aman saja.

4. Memisahkan Rekening Tabungan dan Investasi 

Tips sebelum melakukan investasi dengan baik dan benar, yaitu dengan memisahkan rekening tabungan dan juga investasi. Mengingat kedua tabungan tersebut adalah hal yang berbeda. Uang yang Anda tabung, tidak akan menghasilkan apa pun. Selain jumlah nominal yang disetor ke bank.

Berbeda dengan investasi yang dapat memberikan keuntungan cukup tinggi. Bahkan biasanya berbentuk investasi dalam jangka panjang. Salah satu tips terbaik dalam berinvestasi, yaitu dengan tidak menganggap uang yang diinvestasikan ada. Jadi, jika untung Anda tidak boros uang.

5. Menyesuaikan Jenis Investasi Dengan Penghasilan Atau Gaji Bulanan 

Tips yang harus Anda terapkan sebelum berinvestasi adalah dengan menyesuaikan jenis investasi dengan gaji yang didapat setiap bulannya. Ada berbagai macam jenis investasi yang bisa dilakukan, antara lain saham online, trading forex, reksa dana, logam mulai sampai dengan investasi properti.

Dari berbagai macam jenis investasi tersebut, semuanya memiliki kelebihan serta kekurangannya sendiri. Bila Anda memiliki gaji yang di bawah 4 jutaan, ada baiknya memilih investasi dengan tingkat risiko paling rendah. Seperti misalnya saja, tabungan berjangka, emas, reksa dana dan lain – lain.

6. Mempelajari Pasar 

Di dalam dunia bisnis seperti investasi untuk masa depan, tidak menutup kemungkinan setiap investor akan mengalami gagal. Tidak semua modal yang mereka tanamkan bisa profit, namun risiko kegagalan tersebut bisa diminimalisir dengan cara mempelajari pasar. Tentu saja berbeda dengan tabungan.

Untuk investasi sendiri, ada dua kemungkinan yang bisa didapatkan yaitu berhasil dan dapat untung serta mengalami kegagalan dan mengamali kerugian. Risiko tersebut akan selalu ada, karena kondisi pasar tidak dapat diprediksi. Jadi, sebagai pemula ada baiknya mempelajari pasar ini terlebih dulu.

7. Menyebarkan Investasi di Berbagai Banyak Bidang 

Selain memilih jenis investasi yang memiliki risiko paling rendah, diversifikasi juga menjadi salah satu hal paling penting di dalam dunia investasi. Hindarilah menaruh uang di satu lapak saja, karena ada kemungkinan hal tersebut bisa bahaya. Meskipun perusahaannya / barang mempunyai prospek baik.

Namun, tidak akan ada yang tahu apa yang nantinya akan terjadi di masa depan. Jika memang ada sesuatu terjadi, Anda harus siap kehilangan modal dan segalanya. Oleh karena itu, sebagai bentuk antisipasi. Sebarlah investasi ke berbagai bidang yang berbeda-beda.

8. Mengamati Grafik dari Pertumbuhan Investasi 

Perlu Anda ketahui, bahwa laju investasi akan mengalami pergerakan yang sangat signifikan. Bahkan hanya dalam hitungan menit saja, harga yang awalnya 5 ribu dapat meningkat pesat menjadi Rp 5.500. Laju inilah yang seharusnya perlu diwaspadai bagi semua pemula dalam berinvestasi.

Mengingat pertumbuhan harga dalam investasi tidak selamanya naik, melainkan juga bisa mengalami penurunan. Apa pun jenis investasinya, tetap perhatikan laju dari pertumbuhan investasi sesering mungkin. Hal ini juga akan membantu dalam mengambil keputusan saat melakukan investasi.

9. Memilih Investasi yang Kebal Akan Inflasi 

Pada umumnya, ada beberapa instrumen dalam investasi yang layak untuk Anda pilih. Seperti misalnya obligasi, reksa dana, saham, deposito, properti, emas dan juga valas. Namun, tidak semua instrumen tersebut akan terbebas atau bahkan kebal dari yang namanya laju inflasi.

Artinya, bila nilai yang sudah diinvestasikan bisa mengalami penurunan. Terlebih lagi jika perusahaannya mengalami keterpurukan ekonomi selama inflasi. Itulah mengapa sangat penting untuk memerhatikan atau mencari tahu informasi lebi dalam terkait instrumen investasi yang dipilih.

10. Menyiapkan Dana Darurat

Bila memang Anda belum mempunyai dana darurat, ada baiknya fokus terlebih dahulu terkait usaha untuk dapat mempersiapkan biaya hidup. Paling tidak antara 3 sampai dengan 6 bulanan ke depan. Uang tersebut bukanlah dana yang nantinya akan diinvestasikan.

Anda bisa mengatur dana darurat etrsebut dengan cara membagi kelebihan uang tiap bulan. Lalu menyimpannya sebagian, itulah yang nantinya akan digunakan sebagai salah satu dana darurat. Sebagiannya lagi dapat digunakan untuk berinvestasi. Jangan pernah gunakan uang ekstra untuk investasi, kecuali terbilang aman.

Intsrumen Investasi Khusus bagi Pemula 

Setelah mengetahui mengenai tips yang harus dilakukan sebelum berinvestasi. Kini saatnya Anda juga harus tahu instrumen dari investasi tersebut. Supaya nantinya tidak salah pilih, sesuaikan dengan kebutuhan dan modal pribadi. Berikut adalah bentuk investasi yang cocok untuk pemula.

1. Investasi Deposito 

Deposito adalah salah satu jenis investasi jangka pendek yang hampir dimiliki oleh setiap bank di Indonesia. Sistem kerjanya, sama seperti Anda menabung di bank. Namun, tidak bisa menarik tabungan tersebut.

Nasabah bisa menentukan jangka waktunya sendiri jika ingin tarik tabungannya. Mulai dari 3 bulan sampai dengan 1 tahun. Jika Anda menyimpan uangnya dalam bentuk deposito, maka akan mendapatkan untung paling tidak sekitar5 hingga 8%.

Jenis deposito ini termasuk investasi yang cocok untuk anak muda yang tidak ingin menghamburkan uang dan memilih untuk menabung.

2. Investasi Logam Mulia

Berinvestasi logam mulia juga bukan merupakan ide buruk. Bila deposito adalah investasi dalam jangka pendek. Berbeda dengan logam mulia ini, investasinya termasuk jangka pendek. Jadi, akan sangat cocok untuk pemula.

Cocok untuk pemula, dikarenakan jenis investasinya mempunyai risiko yang cukup rendah. Harganya akan cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya secara stabil. Baik itu logam mulia atau emas sekali pun, instrumen investasi ini merupakan pilihan terbaik.

3. Investasi Saving Bonds Ritel 

Saving Bonds Ritel ini merupakan surat utang yang secara langsung diterbitkan oleh pihak negara. Bila memang Anda ingin berinvestasi pada instrumen ini, nantinya nasabah akan bertindak sebagai pihak pemberi pinjaman ke pemerintah.

SBR sendiri termasuk ke dalam instrumen investasi dalam jangka pendek. Bahkan risiko kegagalannya jua kecil. Dikarenakan Saving Bonds Ritel ini telah ditanggung oleh negara. Sedangkan untuk modal paling minim saat berinvestasi adalah 100 ribu saja.

Itulah beberapa penjelasan secara detail dan rinci mengenai investasi untuk mahasiswa dan pelajar. Dengan adanya pembahasan di atas, Anda dianjurkan untuk mengikuti tipsnya. Tujuannya, supaya saat berinvestasi tidak mengalami kegagalan begitu besar. Jadi, dapat diminimalisir.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
Comment url