Cara Membatalkan Transferan yang Sudah Terkirim Terbaru 2022


Cara membatalkan transferan yang sudah terkirim - Di zaman serba modern ini, Anda bisa menemukan layanan transfer uang yang tersedia dimana saja. Mulai dari mesin ATM, Internet Banking, Mobile Banking, hingga dompet digital.

Dengan adanya perkembangan teknologi yang begitu pesat ini, tentunya Anda bisa mentransfer uang kepada teman, orangtua maupun keluarga secara mudah, bukan? Namun, apakah Anda pernah mengalami kasus salah transfer saat mengirimkan uang tersebut?

Biasanya, salah transfer ini terjadi ketika Anda terburu-buru memasukkan nomor rekening atau tidak fokus. Akibatnya, kirim uang yang Anda lakukan malah masuk ke rekening orang lain. Jika hal ini terjadi kepada Anda, maka jangan panik dan tetap tenang untuk segera membatalkan transfer yang sudah terkirim tersebut.

Bagi Anda yang sedang mengalami hal ini, maka simak cara membatalkan transferan yang sudah terkirim berikut.

Bisakah Transfer yang Sudah Terkirim Dibatalkan?

Apabila mengalami salah transfer dan ingin membatalkannya, maka Anda bisa membatalkannya. Tentunya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menghubungi pihak bank terkait untuk meminta bantuan. Sebab, bank sudah pasti memiliki data pemilik rekening penerima dana tersebut.

Namun, bank tidak bisa menjamin dana itu akan kembali seutuhnya. Hal ini karena bank tidak mendapatkan izin untuk menarik dana dari rekening seseorang, apabila si pemilik rekening tidak mengizinkan.

Kecuali jika penerima dana berbaik hati untuk mengembalikan dana yang tidak seharusnya mereka dapatkan, maka uang Anda akan kembali seutuhnya.

Bagaimana Jika Dana yang Salah Tranfer Tidak Bisa Dibatalkan atau Uang Tidak Kembali?

Jika dana salah transfer tidak bisa dibatalkan atau penerima dana tidak mengizinkan uang kembali kepada Anda, maka penerima dana akan mendapatkan sanksi hukum. Tuntutan pasal yang akan diterimanya berdasarkan Pasal 327 KUHP atas dasar tindak pidana penggelapan.

Hal ini dikarenakan bank sudah memberitahukan kepada penerima dana bahwa uang yang terkirim adalah kesalahan transfer, dan ia tidak berhak untuk menerimanya.

Adapun isi pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang transfer dana menyatakan bahwa nasabah penerima bisa mendapat tindakan kriminalisasi berupa penjara maupun denda.

Bagi Anda yang mengalami salah transfer dan ingin membatalkannya, maka bisa ikuti cara berikut ini.

Cara Membatalkan Tranferan yang Sudah Terkirim BRI

Jika Anda pengguna bank BRI dan ingin membatalkan transfer yang sudah terkirim, maka bisa ikuti beberapa cara berikut.

1. Membawa Bukti Transfer

Pastikan Anda masih menyimpan bukti transfer sebelum mulai datang ke kantor BRI. Bukti transfer itu bisa berupa struk atau resi pembayaran dari ATM, internet banking, mobile banking, maupun dari aplikasi BRIMO.

2. Mendatangi Kantor BRI Terdekat

Setelah bukti transfer sudah Anda miliki, maka bawa juga dokumen pendukung lain seperti KTP, buku tabungan, serta ATM yang digunakan untuk bukti kepemilikan rekening.

Jika sudah, langsung saja datang ke kantor BRI terdekat, lalu mengambil antrian untuk CS (Customer Service). Apabila nomor antrian Anda dipanggil, maka segera temui CS BRI tersebut.

Anda bisa langsung menjelaskan kronologi terkait salah transfer yang tidak disengaja tersebut. Pastikan untuk menyampaikannya dengan jelas agar pihak bank dapat membantu Anda secara tepat.

3. Pihak Customer Service (CS) Akan Membuat Surat Komplain

Jika komplain diterima oleh pihak bank, maka Customer Service akan membuatkan surat komplain terkait permasalahan Anda. Intinya, bank BRI akan menjadi mediator bagi pihak yang melakukan transfer dan pihak yang menerima transfer.

Biasanya, estimasi pengembalian dana akan dilakukan maksimal 20 hari kerja setelah pengajuan komplain dilakukan.

4. Pihak Bank Akan Menghubungi Penerima Transferan

Apabila semua syarat dan ketentuan sudah selesai semua, pihak bank BRI akan segera menghubungi penerima transfer tersebut. Perlu diketahui bahwa pihak bank tidak memiliki izin wewenang untuk menarik dana, tanpa seizin pemilik rekening tersebut.

Apalagi sampai melakukan pemblokiran rekening karena murni kasus penipuan. Jadi, pastikan Anda selalu berdoa bahwa orang yang menerima dana Anda adalah seseorang yang baik dan berniat untuk mengembalikan dana tersebut.

Jika mereka berniat untuk mengembalikan dana Anda, maka tidak perlu menunggu lama. Sebab, dalam waktu 1x24 jam, penerima dana akan segera mengirimkan dana salah transfer tersebut.

Cara Membatalkan Transferan yang Sudah Terkirim BCA

Cara membatalkan transferan yang sudah terkirim dari rekening BCA tak hanya terjadi karena kurang fokus saja. Melainkan dapat berguna untuk membatalkan transfer ke rekening penipu.

Berikut ini merupakan beberapa cara membatalkan transferan yang sudah terkirim dari bank BCA, yaitu:

1. Membuat Surat Laporan ke Kantor Polisi Terdekat

Sebelum Anda mulai melakukan pembatalan transfer via BCA, pastikan untuk meminta surat laporan dari kantor polisi terlebih dahulu.

Adapun berkas dokumen yang wajib Anda bawa untuk membuat surat laporan ini adalah KTP asli dan bukti transfer uang.

Supaya proses pembuatan surat laporan lebih cepat, pastikan Anda memberikan kesaksian terkait kronologis salah transfer dengan jelas kepada pihak kepolisian yang menangani.

Tunggulah sampai proses selesai, sehingga Anda akan diberikan berkas berupa surat laporan dari polisi atas kasus salah transfer tersebut.

Kalau sudah ada surat laporan polisi, maka Anda bisa melakukan pembatalan transfer BCA dengan lebih mudah dengan cara mengunjungi kantor BCA terdekat.

2. Kunjungi Kantor BCA Terdekat

Setelah mendapatkan surat laporan kasus salah transfer dari kepolisian, selanjutnya Anda hanya perlu datang ke kantor BCA terdekat.

Di kantor BCA, Anda akan mulai melakukan pembatalan transferan yang sudah terjadi.

Jika sudah sampai di kantor BCA, Anda bisa mengambil nomor antrian Customer Service (CS) terlebih dahulu. Tunggu hingga nomor antrian Anda dipanggil, lalu mulai mendatangi pihak CS yang sedang bertugas.

Silakan sampaikan kronologi salah transfer dengan memberikan bukti transfer serta surat keterangan dari pihak kepolisian.

Kemudian, pihak CS akan melakukan pencocokkan kepemilikan data diri Anda dengan data yang ada di rekening.

Perlu diketahui bahwa untuk bukti transfer, Anda bisa memberikan dalam bentuk foto kertas transferan maupun screenshoot jika menggunakan BCA mobile. Hal ini dilakukan agar memperkuat laporan yang Anda buat.

Jangan lupa untuk menunjukkan KTP asli kepada pihak CS bank BCA untuk digunakan dalam validasi data dan sarana pencocokkan lainnya. Sehingga, pembatalan transferan ini bisa dilakukan lebih cepat dan lancar.

3. Tunggu hasil Verifikasi dari Bank BCA

Apabila semua bukti transfer dan surat laporan salah transfer dari pihak kepolisian sudah Anda berikan kepada pihak bank BCA, maka cara membatalkan transferan yang sudah terkirim BCA berikutnya adalah menunggu panggilan dari bank terkait hasil verifikasi data serta laporan salah transfer tersebut.

Saat proses verifikasi, pihak CS Bank akan memberikan beberapa pertanyaan terkait kejadian salah transfer tersebut.

Sehingga,  pihak Customer Service akan memposisikan diri sebagai mediator maupun penengah antara Anda dengan penerima dana dari rekening yang salah transfer.

Selain itu, jika kasus salah transfer ini terjadi kepada orang dengan bank berbeda, maka pihak CS BCA akan menghubungi bank penerima uang yang bersangkutan terlebih dahulu.

Dalam hal ini, Customer Service BCA akan melakukan konfirmasi terkait dana yang salah dikirimkan tersebut.

Jika proses verifikasi data berjalan lancar, maka pembatalan dan pengembalian uang transfer akan diproses dalam waktu 1x24 jam.

Biasanya, pihak CS BCA akan memberi kabar jika pengembalian uang sudah masuk ke nomor rekening Anda.

Setelah itu, Anda bisa melakukan pengecekan saldo melalui aplikasi BCA Mobile untuk memastikan bahwa uang salah transfer sudah masuk ke dalam rekening BCA Anda.

Sama seperti pembatalan transfer uang lainnya, Anda harus mendapatkan persetujuan dari pihak penerima untuk mengembalikan uang tersebut. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena banyak orang yang menerima dana salah transfer, bersedia untuk mengembalikan uang tersebut.

Cara Membatalkan Transferan yang Sudah Terkirim BNI

Bagi para pengguna bank BNI yang ingin membatalkan transferan yang sudah terkirim, maka bisa ikuti cara berikut.

1. Segera Buat Laporan Kepada Pihak Kantor Bank BNI

Kelalaian terkadang dapat menimpa siapa saja, tanpa perlu pandang bulu. Hal ini juga bisa terjadi ketika Anda ingin mentransfer sejumlah uang, namun malah masuk ke dalam rekening asing atau tidak dikenal.

Tentu saja, kesalahan yang dibuat karena ketidaktelitian ini akan membuat Anda mengalami kerugian. Namun, tidak perlu panik karena ada salah satu cara membatalkan transferan yang sudah terkirim dengan mengunjungi kantor bank terdekat.

Apabila Anda menggunakan bank BNI, maka bisa langsung datang dan buat laporan ke kantor bank BNI terdekat. Jika tidak memungkinkan, pembuatan laporan ini bisa Anda lakukan dengan cara menelepon Customer Service di nomor resmi bank BNI tersebut.

2. Menceritakan Kronologis Kejadian dan Siapkan Data Diri

Jika Anda datang langsung ke kantor BNI, maka pastikan untuk mengambil antrian khusus Customer Service. Jika nomor antrian Anda sudah dipanggil, maka bisa bergegas ke arah CS BNI yang akan membantu Anda terkait masalah ini.

Anda dapat menceritakan kronologis kejadian secara terperinci agar pihak CS BNI dapat mengerti dan membuat bantuan. Misalnya, Anda bisa menceritakan kenapa bisa melakukan kesalahan saat transfer, lalu di mana kejadiannya dan lainnya.

Setelah pihak CS mengetahui kronologis kejadian ini, maka mereka akan segera melakukan proses pembatalan transfer yang sudah terkirim tersebut. Biasanya, pihak CS akan mulai dengan mencocokkan data terlebih dahulu.

Dalam hal ini, mereka akan meminta data diri berupa KTP, nomor rekening, kartu tabungan, serta bukti transfer. Jadi, sebelum datang ke kantor bank, pastikan seluruh data atau dokumen itu harus Anda bawa agar proses pembatalan transfer dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.

3. Menyiapkan Bukti Transfer untuk Penguat Laporan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa bukti transfer sangat penting untuk Anda persiapkan. Entah itu ketika mendatangi kantor BNI langsung atau melalui telepon.

Sehingga, jika proses transaksi transfer Anda benar-benar salah, maka jangan membuang bukti transfernya. Dengan adanya bukti transfer, maka akan berguna sebagai bukti kuat untuk melengkapi laporan salah transfer tersebut.

Jadi, pastikan bukti transfer yang Anda miliki tidak langsung dibuang, ya. Anda juga bisa melakukan screenshot, apabila proses transfer dilakukan melalui m-banking maupun internet banking BNI.

4. Tunggu Telepon Verifikasi dari Pihak Bank BNI

Jika sudah menyelesaikan semua berkas laporan, Anda tinggal menunggu telepon yang menginformasikan terkait verifikasi dari pihak bank BNI.

Saat proses verifikasi ini, pihak bank akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda terkait kesalahan transfer yang dilakukan.

Pastikan Anda menjawabnya dengan jelas dan detail agar pihak bank mudah mengerti dengan jawaban tersebut. Kalau semua pertanyaan sudah diberikan, maka pihak bank akan menjadi mediator atau penengah terkait kasus ini.

Pihak Bank BNI akan segera menghubungi pihak penerima uang untuk mengabarkan bahwa ada uang masuk yang seharusnya tidak mereka dapatkan. Apabila pihak penerima bersedia mengembalikan uang itu, maka uang Anda pun bisa kembali lagi seutuhnya.

5. Pastikan untuk Berdoa dan Mulai Belajar dari Kesalahan

Meskipun beberapa penerima salah transfer bersedia untuk mengembalikan uang yang seharusnya bukan miliknya, namun ada beberapa kasus dimana banyak penerima yang tidak ingin mengembalikan uang transfer tersebut.

Walaupun begitu, Anda tidak perlu khawatir karena beberapa penerima memang selalu mengembalikan uang tersebut dalam waktu 1x24 jam.

Setelah itu, pihak bank akan kembali menelepon Anda dan mengatakan bahwa transaksi pembatalan transfer yang sudah terkirim sudah berhasil dilakukan.

Untuk mengetahuinya, Anda bisa cek langsung ke rekening, lalu lihat apakah uangnya sudah kembali atau belum.

Kasus salah transfer ini sudah seringkali terjadi, sehingga Anda harus berhati-hati dan tidak mengulangi kesalahan sama jika pernah mengalaminya. Sebelum mulai mentransfer, pastikan untuk mengecek kembali nomor dan nama rekening tujuan agar terhindar dari kesalahan transfer tersebut.

Jangan lupa untuk selalu berdoa agar seluruh transaksi transfer tidak berakhir salah transfer maupun hal lainnya.

Cara Membatalkan Transferan yang Sudah Terkirim Mandiri

Selanjutnya, bagi para pengguna bank Mandiri dan ingin membatalkan transferan yang sudah terkirim, maka bisa ikuti cara berikut ini.

1. Tetap Bersikap Tenang

Saat Anda mengalami salah transfer, pasti akan merasa panik, bukan? Hal ini memang wajar dan pasti Anda rasakan. Apalagi jika jumlah uangnya cukup besar.

Padahal, panik berlebihan tidak akan mampu menyelesaikan masalah. Oleh sebab itu, pastikan Anda berusaha untuk tetap bersikap tenang. Cobalah untuk duduk, lalu tarik napas panjang agar pikiran Anda menjadi lebih rileks.

2. Lapor Kepada Pihak Bank Mandiri

Jika sudah mulai tenang, Anda bisa langsung membuat laporan kepada pihak bank Mandiri, baik melalui telepon maupun datang langsung ke kantor terdekat.

Apabila melalui telepon, pastikan Anda menyiapkan pulsa sedikit lebih besar agar telepon tidak terputus ketika sedang menjelaskan.

Namun, jika Anda ingin datang langsung ke kantornya, maka segera ambil nomor antrian ke Customer Service dan tunggu sampai nomor antrian Anda dipanggil.

3. Ceritakan Kejadian Sebenarnya dengan Jelas

Saat Anda sedang melapor ke bank Mandiri melalui telepon atau datang langsung ke kantor, pastikan untuk menceritakan kejadian sebenarnya secara jelas.

Jangan sampai menjelaskan dengan emosi atau menangis karena hanya akan semakin memperburuk keadaan.

Cobalah untuk mengatakan bahwa Anda sudah salah transfer ke rekening yang tidak dikenal karena tidak teliti atau tidak dicek lagi. Jangan lupa untuk menceritakan kapan dan dimana lokasi kejadiannya agar pihak CS Mandiri dapat membantu Anda.

4. Siapkan Identitas Diri dan Bukti Salah Tranfer

Jika Anda sudah menceritakan terkait kejadian salah transfer tersebut, pihak bank Mandiri biasanya akan meminta Anda untuk menunjukkan identitas diri.

Oleh karena itu, apabila ingin membuat laporan kepada bank, Anda harus menyiapkan KTP, ATM, buku tabungan serta bukti transfernya. Semua data itu akan dicocokkan dengan pemilik rekening, sehingga dapat diketahui apakah penjelasan Anda benar atau tidak.

Untuk berjaga-jaga, Anda harus membuat surat laporan salah transfer kepada pihak kepolisian. Sebab, beberapa bank biasanya meminta hal ini dan bisa jadi bank Mandiri pun seperti itu juga.

5. Proses Verifikasi oleh Pihak Bank Mandiri

Umumnya, pihak bank Mandiri akan membantu permasalahan transfer uang yang dilakukan oleh nasabah berdasarkan SOP berlaku. Sayangnya, proses penyelesaian tidak semuanya bisa dilakukan dalam 1x24 jam atau membutuhkan waktu lebih lama dari yang diinginkan.

Dalam hal ini, pihak bank harus melakukan verifikasi atas berkas serta laporan yang telah Anda berikan. Selanjutnya, pihak bank akan menindaklanjutinya, lalu menghubungi Anda kembali jika sudah mendapatkan hasil.

6. Bank Menjadi Pihak Perantara

Cara membatalkan transferan yang sudah terkirim mandiri berikutnya adalah pihak bank akan menjadi pihak perantara antara Anda dengan penerima transfer.

Pihak bank Mandiri akan menghubungi penerima transfer dan mengatakan bahwa nasabahnya telah melakukan kesalahan transfer, sehingga harus mengembalikan dana yang penerima itu dapatkan.

Tentunya, pihak bank juga akan melampirkan beberapa bukti salah transfer, sehingga memperkuat semua hal tersebut.

Apabila pihak penerima transfer bersedia mengembalikan dana, maka pada waktu 1x24 jam pun, transfer yang keliru pun sudah berhasil dibatalkan. Sementara uangnya akan otomatis masuk ke dalam rekening Anda.

Tips Hindari Kasus Salah Tranfer Uang untuk Semua Bank

Setelah memahami cara membatalkan transferan yang sudah terkirim di atas, kini saatnya Anda untuk menyimak beberapa tips menghindari kasus salah transfer.

Berikut ini merupakan beberapa tips untuk terhindar dari kasus salah transfer bank, yaitu:

  1. Cari tahu nama lengkap pemilik rekening dengan benar dan teliti sebelum melakukan transfer dana.
  2. Pastikan untuk mengecek nama penerima transfer dana yang dituju sebelum transfer via BCA Mobile maupun ATM.
  3. Anda harus memastikan bahwa nomor rekening yang dituju sudah benar dan tidak ada kesalahan dalam jumlah digitnya. Untuk memastikannya sudah benar, silakan ulangi pemeriksaan sebelum mulai memutuskan untuk mentransfer uang.
  4. Jika nomor rekening sudah tidak diperlukan lagi, maka Anda bisa menghapusnya dalam riwayat M-Banking. Hal inid lakukan supaya Anda tidak mengalami salah transfer ke rekening lain.
  5. Pastikan untuk meningkatkan ketelitian serta lebih berhati-hati ketika menggunakan layanan internet banking agar uang tidak salah transfer.
  6. Jika terlanjur kirim uang ke rekening yang salah, maka tidak perlu panik dan pastikan untuk tetap tenang. Segera ikuti prosedurnya saja dan hubungi Customer Service agar bisa melakukan pembatalan transferan yang sudah terkirim.
  7. Ingat, Anda harus mengawali segala aktivitas dengan berdoa terlebih dahulu, termasuk saat mengirimkan sejumlah uang. Apalagi jika nominal transfer sangat tinggi.
  8. Lakukan kroscek nomor rekening ketika ingin membayar ke sejumlah penjual online. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir serta mencegah kerugian akibat penipuan online.

Itulah informasi mengenai cara membatalkan transferan yang sudah terkirim dari berbagai bank yang bisa Anda ketahui. Dengan mengetahui cara di atas, Anda bisa mendapatkan dana yang salah transfer lagi kembali nantinya. Namun, pastikan untuk selalu teliti dan berhati-hati agar tidak ada kasus salah transfer dalam transaksi Anda.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
Comment url