3 Cara Meminjam Uang di Bank Syariah Tanpa Riba Sesuai Hukum Islam (Akad dalam Pinjaman)

Indonesia merupakan salah satu negara dengan mayoritas masyarakat menganut agama Islam. Alhasil, menjadi hal wajar topik mengenai cara meminjam uang di bank syariah banyak dicari. Tujuannya agar akadnya sah dan tidak mengakibatkan masalah di kemudian hari.

Bagaimana Cara Meminjam Uang di Bank Syariah?

cara meminjam uang di bank syariah

Bank syariah sering menjadi rujukan masyarakat yang tidak ingin menanggung uang riba. Sistem yang digunakan adalah bagi hasil, sehingga dipercaya lebih aman. Sebelum melakukan peminjaman alangkah lebih baiknya mengetahui caranya berikut ini:

  1. Melengkapi Berbagai Persyaratan Administrasi

Persyaratan administrasi diperlukan sebagai bukti bahwa nasabah dapat melunasi pembayaran ketika jatuh tempo. Aaaa beberapa yang perlu Anda persiapkan mulai dari NPWP, identitas pribadi berupa KTP, KK, dan slip gaji, surat keterangan kerja jika seorang karyawan atau pekerja.

Semua persyaratan administrasi nantinya akan diminta oleh pihak bank ketika Anda menemui CS dan mengutarakan ingin mengajukan pinjaman. 

Prosesnya hanya bisa dilayani pada hari kerja dengan mendatangi cabang terdekat untuk memudahkan Anda agar tidak bepergian terlalu jauh.

  1. Konsultasikan Kepada CS (Customer Service)

Setelah sampai lokasi cabang bank syariah tujuan terdekat dapat langsung menemui CS (Customer Service) kemudian beritahukan maksud dan tujuan. Biasanya Anda akan diminta untuk mengambil nomor antrian untuk menunggu giliran melakukan pemrosesan lebih lanjut.

Jikaa sudah dianggil makaa serahkan berkas persyaratan yang sudah Anda bawa, pastikan semuanya lengkap agar tidak sampai kembali ke rumah untuk mengambilnya. Terdapat beberapa pilihan pinjaman syariah yang bisa digunakan, berikut cara memilihnya:

  • Tanyakan terlebih dahulu jenis-jenis pinjaman syariah yang disediakan oleh bank terkait.
  • Konsultasikan mengenai jenis akad yang paling cocok dengan keadaan Anda.
  • Sesuaikan besaran uang yang akan dipinjam karena beberapa layanan mengajukan limit yang berbeda.
  • Nantinya pihak bank akan menyarankan yang sesuai dengan kebutuhan Anda dengan memperkirakan kemampuan pengembalian.
  • Apabila peminjam adalah seorang karyawan maka jumlah pinjaman akan disesuaikan dengan jenis pekerjaan.
  • Sedangkan jika berprofesi sebagai wiraswasta maka akan disesuaikan dengan hasil usaha.

  1. Memperhatikan Syarat Pinjaman

Berbeda dari bank konvensional, pinjaman syariah cenderung berbeda karena memiliki ketentuan tersendiri terhadap pinjaman yang diberikan. Ketentuan ini berkaitan dengan masa maksimal jatuh tempo untuk pinjaman berdasarkan profesinya, berikut ulasan lengkapnya:

Berkas Identitas Diri

Persyaratan wajib yang harus Anda persiapkan adalah identitas asli dan bukan meminjam orang lain karena nantinya semua tanggungan akan dibebankan pihak sesuai data. Bagi warga negara asli maka melampirkan KTP masih aktif dan data di dalamnya bisa terbaca. Berikut ketentuannya:

  • Data yang tertulis di identitas harus valid.
  • Alamat tinggal dari nasabah sesuai dengan yang terdapat di dalam identitas.
  • Apabila lama tinggal berbeda dengan KTP harus melampirkan surat keterangan  kelurahan.
  • Jika diperlukan Anda juga bisa melampirkan KTP apabila sudah menikah.

Akta Nikah

Bagi yang sudah berkeluarga maka akan dimintai akta nikah berfungsi sebagai bukti bahwa harta yang ada adalah milik bersama dan keduanya harus mengetahui mengenai hal ini. Tujuan utamanya adalah untuk meminimalisir jika nanti terjadi penyelewengan oleh pihak terkait.

Oleh sebab itu sebelum salah satu di antaranya akan mengajukan pinjaman maka kedua belah pihak harus mengethuinya tanpa adanya pemalsuan. Apabila nantinya terdapat penyelewengan misalnya ketika jatuh tempo tidak melakukan pembayaran, maka bank akan menghubungi pihak terkait.

Buku Tabungan

Kondisi keuangan dilihat melalui buku tabungan yang nantinya akan dicek oleh pihak bank secara keseluruhan. Mereka akan menyimpulkan apakah Anda bisa mendapatkan pinjaman atau justru sebaliknya. Oleh sebab itu poin ini penting untuk selalu diperhatikan sebelum menjalankannya.

Sebagian besar catatan yang diminta bank adalah dalam jangka waktu 3 bulan terakhir dengan. Apabila besaran saldo dalam nominal sesuai anggaran yang diinginkan oleh pihak bank maka kemungkinan bsar pengajuan tersebut dikabulkan, hanya saja jangan melakukan kecurangan.

Surat Keterangan Penghasilan

Slip gaji menjadi salah satu syarat penting sebagai bukti Anda nantinya mampu melunasi semua tanggung jawab yang dibebankan sesuai jatuh tempo. Agar bisa disetujui maka sesuaikan nominal pinjaman dengan pendapatan bersih setiap bulannya dengan cara melakukan perhitungan dahulu.

Perlu anda ketahui bahwa jika mengajukan pinjaman dengan nominal besar namun pendapatan kecil maka akan beresiko tinggi tidak akan dikabulkan. Sebab risiko yang akan ditanggung pihak bank nantinya tentu juga sangat berat apalagi nasabah sulit untuk dimintai pertanggung jawaban.

Bukti Tidak Memiliki Tanggungan dan Cicilan

Tanggungan dan cicilan akan membuat Anda lebih sulit mendapatkan pinjaman dari bank syariah dengan pertimbangan bahwa nantinya ditakutkan akan terhambat ketika melakukan pembayaran. Pasalnya pihak bank tidak mau ambil resiko besar yang memungkinkan menimbulkan kerugian.

Apabila Anda masih ada tanggungan sebaiknya selesaikan terlebih dahulu untuk mempermudah prosesnya. Sebab ada kalanya tingkat perekonomian akan turun ketika terjadi beberapa hal dan beresiko tinggi baik bagi nasabah maupun pihak bank seperti kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Menandatangani Persetujuan Pinjaman

Jika semua persyaratan baik yang berkaitan dengan administrasi dan pinjaman sudah terpenuhi maka langkah selanjutnya adalah menandatangani persetujuan pinjaman. Sebelumnya Anda diberi kesempatan untuk membaca isinya secara keseluruhan agar tidak ada salah paham nantinya.

Surat tersebut berisi mengenai beberapa hal termasuk konsekuensi jika nantinya terjadi pelanggaran seperti tidak melakukan pembayaran saat jatuh tempo. Jika terus berlanjut maka pihak bank bisa mengajukan tuntutan atau meminta pertanggungjawaban sesuai dengan nominal.

Penerimaan Pinjaman

Pinjaman akan diberikan kepada nasabah dalam bentuk tunai setelah memenuhi semua syarat dan ketentuan yang diberlakukan. Pada saat uang sudah diterima maka Anda berhak memanfaatkan sebaik mungkin sesuai dengan tujuan awal misalnya saja untuk membangun usaha.

Apabila terjadi penyelewengan maka nasabah tetap harus bertanggung jawab dengan pinjamannya secara penuh. Jika nantinya tidak dapat melunasi sesuai tenggang waktu maka pihak bank dapat melakukan tindakan tegas.

Pengembalian Pinjaman

Proses pengembalian bisa Anda lakukan ketika laba sudah cukup besar dengan nominal sesuai dengan kesepakatan awal. Hindari melakukan kecurangan karena berkaitan dengan tingkat kepercayaan dari pihak bank jika nantinya ingin mengajukan pinjaman kembali.

Pengajuan pinjaman pada bank syariah bisa Anda lakukan dengan mudah, namun sebelumnya pastikan untuk memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Sistem dari pengembaliannya adalah menggunakan bagi hasil sehingga tidak terdapat bunga besar.

Akad yang Diperbolehkan dalam Pinjaman Syariah

Berbeda dengan bank konvensional, pinjaman syariah sendiri menggunakan sistem bagi hasil yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat agar mampu memperbaiki taraf perekonomiannya. berikut ulasannya:

1. Murabahah

Akad ini berupa kesepakatan antara pemilik modal dan peminjam yang mana seluruh keuntungan dibagi sesuai rasio. Sebagai contoh Anda membutuhkan uang untuk modal membeli mobil sebesar Rp 100.000.000 selanjutnya bank akan membelikan terlebih dahulu dan menjual Rp 100.1000.000.

Bagi Anda yang tidak membayar tagihan sesuai tempo yang sudah ditentukan maka secara otomatis akan masuk dalam daftar hitam. Kemungkinan besar pada transaksi selanjutnya tidak bisa melakukan pinjaman jika hal ini terus berlanjut dan tidak ada itikad baik untuk melunasinya.

2. Musyarakah

Akad ini merupakan bentuk kerja sama atau bisa dibilang menanam modal dan kemudian nantinya pihak bank akan mendapatkan keuntungan yang telah disepakati. Apabila ada untung atau ruginya maka nantinya tetap akan ditanggung bersama kedua belah pihak.

Pembagian hasil usaha berdasarkan total pendapatan yang belum dikurangi dengan biaya operasional. Artinya hasil antara peminjam dan bank syariah berdasarkan keuntungan kotor. Hal ini perlu Anda ketahui sebelum melakukan kesepakatan.

3. Ijarah Wa Iqtina (Sewa dengan Perubahan Kepemilikan)

Sistem dari abad ini adalah pihak bank akan membeli terlebih dahulu membeli barang yang diperlukan peminjam atau membayar sewana,. Selanjutnya nasabah meminjam selama periode tertentu dan nilai nominalnya akan disepakati dengan pihak bank.

Secara sederhana akad ini dilakukan dengan sistem sewa sehingga diperbolehkan dalam Islam. Nominalnya sendiri menurut kesepakatan misalnya lamanya serta seberapa besar pinjamannya. Ketika sudah diberikan modal mak tugas selanjutnya adalah menjalankan rencana awal.

Demikian penjelasan mengenai cara meminjam uang di bank syariah tanpa riba sesuai hukum islam yang perlu anda ketahui sebelum menjalankan prosesnya. Siapkan berbagai perlengkapan dan ketahui ketentuannya mulai dari sistem akadnya sampai cara pengembaliannya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
Comment url