10 Cara Jualan Gorengan Biar Laris, Untung JUTAAN Perbulan

Jualan gorengan bisa dikatakan sebagai usaha dagang paling sering dilakukan oleh banyak orang Indonesia. Hanya dengan waktu singkat saja sudah balik modal lagi. 

Namun ternyata ada cara jualan gorengan biar laris manis untuk sektor ekonomi UKM ini. Walaupun terbilang simple, namun memberi efek yang luar biasa. 

Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Jual Gorengan?

Untuk perkiraan modal sendiri sebenarnya disesuaikan juga dengan sasaran pembelinya. 

Jika memang Anda berjualan di tempat strategis misalnya food court, dekat berbagai pemberhentian transportasi misalnya stasiun atau terminal bisa jadi kebutuhannya lebih banyak daripada hanya jualan di rumah saja. 

Namun modal Rp 100.000 saja sudah dapat menghasilkan berbagai macam varian gorengan. Misalnya tempe, bakwan dan tahu goreng. 

Apalagi bahan-bahan pembuatannya jarang mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Uang sejumlah itu sudah bisa digunakan bahkan untuk 3 resep sekaligus.

Akan tetapi, dengan catatan semua perlengkapan seperti kompor, penggorengan sudah punya. 

Sebab jikalau harus beli, bisa jadi modal yang harus Anda keluarkan sebanyak Rp. 1.000.000,-. Memang masih dalam taraf terjangkau.

Cara Jualan Gorengan Biar Laris 

Gorengan merupakan cemilan yang cocok disantap di segala suasana. Bisa juga jadi menu utama dengan tambahan sambel serta nasi putih panas. 

Namun bagi pemula yang ingin menjualnya pasti merasa kebingungan, bagaimana cara agar cepat laris dan habis. Coba pakai petunjuk dibawah ini. 

1. Pilih Lokasi Jualan yang Strategis 

Sebagai pemula pastinya belum begitu paham dengan penentuan lokasi yang sesuai. Namun sebaiknya gunakan tempat yang ramai, sering digunakan lalu lalang oleh orang-orang. 

Jadi kemungkinan jualan ramai lebih tinggi. Tidak hanya pusat kota atau alun-alun saja jadi pilihannya, ada banyak alternatif lain.

Tempat ramai bisa juga gang-gang perumahan, atau di depan rumah susun. Biasanya mereka banyak cari cemilan atau lauk sampingan untuk makan sehari-hari. 

Kemungkinan jualan ramai juga tinggi karena penghuni dari rumah susun saja sudah puluhan bahkan ratusan. Tidak perlu capek cari target market lagi

Keuntungan jual gorengan pinggir jalan juga lebih besar dibanding jualan gorengan di gang sempit dalam kampung.

2. Menjual Gorengan Sehat dan Fresh 

Agar para pelanggan tetap senang dan selalu beli, harus bisa mempertahankan cita rasa juga kualitas. 

Banyak orang menganggap remeh dengan mengatakan ‘hanya jualan gorengan, tidak usah terlalu berlebihan, asal goreng saja sudah cukup’. Buang jauh-jauh pemikiran tersebut dari pikiran. 

Dalam bisnis, produk apapun yang akan dijual kepada pelanggan harus dijaga kualitasnya, begitu juga dengan gorengan. 

Misalnya rajin ganti minyak saat sudah dirasa terlalu keruh. Pastikan takaran tepung benar sehingga gorengan renyah dan gurih. Ukuran harus ideal, jangan terlalu kecil dan mudah susut. 

Trik ini wajib dilakukan oleh para pelaku usaha jual gorengan yang ingin dagangannya laris manis.

3. Menjual Aneka Gorengan Menarik juga Unik 

Pernah nonton acara Tv di Korea yang menanyangkan street foodnya ? Dari video tersebut Anda bisa ambil konsep yang sama untuk diterapkan di daerah masing-masing. 

Mereka orang Korea banyak menjual aneka usaha gorengan unik dan menarik. Dari gimbab sampai makanan untuk lauk pauk. 

Walaupun bahanyya tidak sama, tetap bisa ditiru dan dikembangkan pada daerah masing-masing. Jual gorengan tidak melulu harus tempe, tahu, bakwan saja. 

Ada banyak jenis gorengan baru bisa dicoba. Misalnya umbi-umbian, sayuran seperti bayam, kentang goreng tambah mayones, dan banyak lagi. 

4. Perhatikan Target Pemasaran

Walaupun hanya menjual gorengan saja, namun tidak ada salahnya coba menyasar target pemasaran lebih tinggi lagi. banyak peluang makanan cemilan sejenis ini dikonsumsi oleh kalangan menengah keatas. 

Jadi jangan sepelekan saat sedang pemilihan lokasi penjualan. Harus strategis dan ramai. 

Selain itu jika hanya menyasar kalangan menengah kebawah mereka lebih senang goreng sendiri daripada beli. 

Oleh karena itu tidak ada salahnya target kalangan ke atas, karena tidak ada waktu membuat sendiri. Usahakan pilih tempat strategis ya seperti dekat perakantoran juga bisa. 

5. Buka Cabang Bisa Jadi Langkah Tepat 

Hal paling menyenangkan dari dunia bisnis adalah buka cabang usaha di tempat lain. Karena balik modal dari jualan gorengan tergolong cukup cepat, tidak ada salahnya langsung memepercepat pembukaan cabang lain. 

Pilih tempat strategis agar bisa membuktikan apakah usaha benar-benar berkembang. Usahakan buka cabang di tempat yang berada tidak terlalu jauh dengan cabang pertama. 

Gunakan orang yang masih satu keluarga saja, atau kepercayaan. Namun buka cabang tidaklah semudah kelihatannya, harus memikirkan keamanan resep agar tidak bocor ke orang tidak bertanggung jawab.

6. Ciptakan Franchise untuk Memperluas Penjualan 

Setelah berjualan dalam waktu cukup lama, sekarang saatnya mengembangkan dengan cara franchise. Metode ini juga digunakan oleh brand-brand besar, tidak ada salahnya mencoba. 

Hanya saja penggunaan gerobak yang jadi alatnya. Dari sini Anda bisa mendapatkan passive income. 

Keuntungan dari franchise ini juga sangat banyak. Omset bulanan jadi semakin banyak, modal juga tidak terbuang sia-sia. 

Menjalankan bisnis jual gorengan dengan sistem ini memang lebih efektif. Selain lebih profit, jaringan yang terbentuk juga semakin besar, jadi juragan gorengan juga boleh kan. 

7. Konsisten dan Jangan Mudah Menyerah 

Berjualan gorengan juga sama dengan bentuk bisnis lain. Di tengah jalan akan ada banyak rintangan juga hambatan yang akan dihadapi. 

Bertahan untuk jangan menyerah sangat penting dijadikan prinsip oleh masing-masing penjual. Selain itu harus mempersiapkan solusi juga agar bisa keluar dari masalah. 

Menjadi seorang pebisnis bukanlah hal mudah. Harus selalu semangat, tidak boleh mudah menyerah. Sikapi masalah dengan kepala dingin agar tidak ada hal yang harus disesali karena salah ucap. 

Jangan takut untuk berbuat salah karena itu bisa jadi pengalaman di masa mendatang. Tetap optimis. 

8. Membuat Branding Yang Bagus 

Jangan salah ya bisnis gorengan juga butuh branding yang bagus. Tidak ada salahnya mempersiapkan kemasan yang bagus. 

Tentukan sesuai konsep, usahakan pakai nama yang unik agar mudah diingat oleh mereka. Buatlah kemasan mencolok agar bisa mewakili produk dan mudah ditemukan. 

Bisnis gorengan kebanyakan hanya pakai kantong plastik saja sebagai pembungkusnya. Sebenarnya ada jalan lain bisa digunakan agar jualan terlihat lebih unggul dan menarik. 

Paper bag bisa jadi solusinya, harga murah tetap terjangkau. Jadi tidak membuat harga jualan jadi semakin tinggi. 

9. Pasarkan Produk dengan Konsisten 

Jangan lupa untuk rajin posting atau memasarkan produk ke konsumen. Sekarang ini sudah banyak cara bisa Anda gunakan, misalnya sosial media. 

Ada banyak platform aplikasi pesan antar juga bisa dimanfaatkan dengan baik. Jangan berpikir tidak laku dulu, harus dicoba agar tahu hasilnya. 

Gorengan tetap sama saja dengan produk dagang lainnya. Anda tetap harus memperhatikan pemasaran. 

Agar berkembang lebih pesat jangan ragu untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para pelanggan. Tetap rajin dan memperhatikan kualitas gorengan agar tetap baik. 

10. Memberikan Sampel untuk Para Pelanggan 

Sebenarnya tidak ada salahnya juga memberikan sampel kepada pelanggan. Hal ini bertujuan agar mereka juga merasakan cita rasa produk tersebut sebelum akhirnya memutuskan membeli dalam jumlah banyak. 

Jadi harus mempersiapkan sampel dengan maksimal agar bisa menggaet kustomer. Sampel sendiri tidak hanya dipergunakan untuk makanan seperti kue saja, gorengan juga bisa pakai untuk menarik pelanggan agar makin banyak. 

Strategi ini bisa digunakan oleh para pedagang masih pemula. Dengan begitu orang yang bisa lewat juga bisa merasakannya. 

Berbagai Macam Gorengan Biasa Diperjualbelikan di Indonesia 

Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan gorengan . Makanan satu ini memang selalu menjadi favorit, teman dari berbagai macam makan berat. 

Dibawah ini adalah berbagai macam jenis gorengan yang biasanya dijual di pinggir-pinggir jalan. Pasti sudah tidak asing dengan variannya. 

1. Tempe Goreng 

Varian pertama yang pastinya sudah sering ditemui adalah tempe goreng. Di berbagai daerah juga ada tempe goreng semacam mendoan. 

Ide jual gorengan ini sudah cukup umum dijual oleh para pedagang jualan gorengan keliling maupun yang modern yaitu jual gorengan online.

Perbedaannya adalah ukuran lebih besar juga lebar. Tepung bumbu mungkin saja masih sama, namun di beberapa daerah lebih terasa rempahnya. 

Tempe goreng yang biasanya dijual bentuknya persegi panjang. Bisa pakai tepung praktis langsung pakai atau olahan sendiri menggunakan tepung terigu. 

Hasil akhir tentu tergantung dengan cara pemasakan masing-masing juga. Usahakan pakai minyak panas agar gurinya semakin menggoda untuk dinikmati.

2. Bala-Bala 

Di beberapa daerah nama dari makanan ini mungkin berbeda-beda. Ada yang menyebutnya bala-bala, bakwan, ote-ote, dan masih banyak lagi. 

Padahal bahan pembuatannya tetap sama, yakni sayur mayur seperti kol, wortel, bisa juga ada tambahan-tambahan lain seperti udang atau sayur lainnya. 

Bala-bala atau bakwan memang paling populer dan jadi favorit dari banyak orang. Akan lebih terasa nikmat lagi bila ditambahkan dengan sambal kecap pedas. 

Kebanyakan orang juga menambahkan bala-bala untuk melengkapi makanan seperti ketoprak, gado-gado agar cita rasanya makin nikmat. 

Beberapa tips diatas bisa Anda gunakan untuk membuat dagangan gorengan semakin laris manis di pasaran. 

Tidak butuh waktu lama juga modal terlalu besar, seratus ribu rupiah saja sudah cukup untuk bisa buka dagangan di tengah pemukiman padat penduduk. Dengan catatan, Anda menerapkan cara jualan gorengan biar laris manis tersebut.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
Comment url