Cara Jual Database Agar Cepat Laku 2021

Belakangan ini, bisnis database tengah laku keras karena menawarkan keuntungan menggiurkan hingga jutaan rupiah. 

Namun, tahukah Anda apa itu bisnis database dan bagaimana cara jual database agar cepat laku?

Secara garis besar, bisnis database merupakan bisnis dengan cara mengumpulkan data dari orang-orang seperti nomor handphone, nomor Whatsapp, dan informasi data lainnya. 

Untuk mengenal lebih jauh mengenai bisnis database dan cara menjualnya, berikut penjelasan selengkapnya. 

Apa Itu Bisnis Database? 

Sebelum mengetahui cara jual bisnis database agar cepat laku, Anda harus memahami bisnis database terlebih dahulu. 

Pengertian bisnis database adalah bisnis mengumpulkan data-data seperti nomor telepon, Whatsapp, email, dan lain sebagainya dari para supplier, perusahaan, atau perorangan. 

Sesuai dengan namanya, produk utama dari bisnis ini yaitu data. Ada berbagai cara untuk mendapatkan data, misalnya dengan mengambil database dari berbagai aplikasi dan masih banyak contoh lainnya. 

Baca Juga: Survey Berbayar Online Terbaik 2021

Sebagai contoh sederhana misalnya praktik jual beli pulsa dan paket data di mana Anda harus menuliskan nomor telepon. 

Dari praktik jual beli pulsa ini, data dari para pembeli sudah bisa dijadikan sebagai produk untuk berbisnis database. 

Nantinya, data-data tersebut bisa dikumpulkan dan dijual kembali kepada perorangan atau perusahaan yang membutuhkan. 

Biasanya, data-data ini dijual kembali untuk kebutuhan survei, promosi, dan lain sebagainya. 

Jika ditanya apakah bisnis database ini menguntungkan, maka jawabannya adalah iya. Untuk memulai bisnis ini, Anda hanya membutuhkan modal satu kali saja untuk melakukan pembelian database dan bisa menjualnya kembali. 

Misalnya, Anda sudah melakukan pembelian database seharga Rp500.000,00 dan menjualnya kembali dengan harga yang sama atau dinaikkan agar mendapatkan keuntungan/laba. 

Konsumen dari bisnis database ini biasanya para pelaku usaha yang membutuhkan promosi dan branding.

Kelebihan Bisnis Database

Dalam menjalankan bisnis tentunya ada kelebihan dan kekurangan yang akan diperoleh, tak terkecuali dengan bisnis database. Bisnis database ini menawarkan sejumlah keuntungan antara lain sebagai berikut ini. 

1. Prospek Bagus

Salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh bisnis database yaitu memiliki prospek yang bagus dengan keuntungan yang menjanjikan. 

Artikel Terkait: Cara Dapat Uang dari Ysense

Hal ini dibuktikan dengan maraknya pelaku usaha online shop yang membutuhkan database untuk kebutuhan promosi dan branding. 

2. Mudah Dijalankan

Selain memiliki prospek yang bagus, bisnis database ini juga sangat mudah untuk dijalankan bahkan bagi pemula sekalipun, baik pelajar, mahasiswa, pekerja yang ingin mendapat penghasilan tambahan, hingga ibu rumah tangga. 

Anda hanya cukup mempromosikannya melalui media sosial saja, karena bisnis ini tidak membutuhkan proses produksi, karyawan, atau tempat untuk berjualan.  

Selain itu, bisnis database ini juga bisa dilakukan di manapun dan kapanpun alias fleksibel. 

3. Dapat Dijual Kembali Melalui Berbagai Macam Channel

Untuk menjalankan bisnis database, Anda bisa menggunakan berbagai macam channel seperti Facebook, Instagram, blog, Whatsapp, dan media sosial lainnya. 

Di era modern dan serba digital seperti saat ini, Anda tentunya sudah tidak kesulitan lagi menemukan channel gratis untuk menjadi database supplier. 

4. Modal Cukup Sekali

Tidak seperti bisnis lainnya yang membutuhkan banyak modal untuk memulainya, bisnis database hanya membutuhkan modal sekali saja. 

Anda hanya perlu membeli file data dengan kisaran harga mulai dari Rp300.000,00 hingga Rp500.000,00.

Setelah Anda membeli database, Anda bisa menjualnya kembali kepada pelaku usaha seperti seller online shop, reseller, dropshipper, atau perusahaan dengan harga yang sama atau harga lebih tinggi agar lebih menguntungkan. 

Kekurangan Bisnis Database

Di samping keuntungan yang ditawarkan, bisnis database juga memiliki beberapa kelemahan. Berikut ini kekurangan dari berbisnis database yang wajib Anda ketahui sebelum memulainya.

1. Dianggap Ilegal

Salah satu kekurangan dari bisnis database yaitu dianggap sebagai bisnis yang ilegal karena memperjualbelikan data pribadi milik masyarakat yang tidak seharusnya menjadi konsumsi umum. Bahkan bisnis ini memperjualbelikan data tanpa sepengetahuan dan persetujuan pemiliknya.

Di Indonesia sendiri, jual beli database seperti ini bisa dikenakan sanksi sesuai hukum dan peraturan yang berlaku, serta tercantum di dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Melihat fakta tersebut, Anda sudah dapat menemukan jawaban apakah bisnis database halal atau haram.

2. Tidak Menjaga Validitas Data

Selain dianggap ilegal, bisnis database ini hanya didasarkan pada kepercayaan saja sehingga belum tentu terbukti valid atau tidaknya. 

Jika ternyata data yang diperjualbelikan tidak valid, maka feedback yang didapatkan oleh konsumen database Anda tidak akan maksimal. 

3. Menjadi Indikasi MLM

Ketika Anda menjalankan bisnis database, maka ada indikasi MLM atau Multi Level Marketing karena Anda membeli sekumpulan data kemudian menjualnya lagi kepada pihak lain, begitu seterusnya. Oleh karena itu, pastikan bahwa konsumen Anda tidak menjual kembali data tersebut.

Cara Jual Database Agar Cepat Laku

Setelah memahami mengenai apa itu bisnis database beserta kelebihan dan kekurangannya, Anda juga wajib tahu cara jual database agar cepat laku. 

Nah, berikut ini beberapa cara-cara ampuh agar database yang ada perjualbelikan bisa cepat laku di pasaran. 

1. Menentukan Harga yang Sesuai

Dalam berbisnis, harga produk menjadi penentu jalannya bisnis atau usaha karena masih banyaknya anggapan masyarakat mengenai ada harga ada rupa. 

Harga menjadi salah satu bahan pertimbangan saat seseorang akan membeli suatu produk sekaligus penentu kualitas. 

Apabila Anda masih pemula dalam berbisnis database, Anda bisa mematok harga yang wajar dan terjangkau. 

Nantinya, apabila sudah memiliki banyak peminat dan konsumen database, Anda bisa menaikkan harga produk yang dijual. 

2. Buat Timeline yang Menarik

Dalam proses penjualan database, Anda juga memerlukan timeline agar database cepat laku. Pembuatan timeline harus lengkap dengan disertai foto produk dan testimoni agar lebih menarik dan mudah dipahami.

3. Buat Grup Khusus

Setelah menentukan harga dan membuat timeline, cara jual database agar cepat laku yaitu dengan membuat grup untuk menampung para member atau anggota baru. 

Anda bisa membuat grup dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook atau Whatsapp. 

Setelah Anda sudah membuat grup dan memasukkan para member, Anda bisa membagikan informasi produk berupa gambar/foto, video, dan caption yang menarik. 

4. Strategi Promosi yang Tepat

Setelah semua persiapan produk selesai, Anda bisa mulai membuat strategi promosi yang tepat. Promosi untuk bisnis database ini juga bisa dikatakan sulit apalagi jika Anda masih pemula dalam bisnis menjalankan ini.

Untuk menarik calon pembeli, Anda bisa membuat iklan yang menarik terkait produk database yang Anda jual. 

Jangan lupa juga untuk membagikannya ke berbagai media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, atau media sosial lainnya.

Usahakan untuk melakukan promosi secara konsisten dengan memposting foto setiap hari. Jangan lupa juga untuk menyertakan hashtag agar jangkauan postingan database yang Anda perjualbelikan lebih luas dan lebih dikenal masyarakat. 

Dari penjelasan di atas, Anda tentunya semakin paham dengan bisnis database beserta kelebihan dan kekurangannya, bukan? Beberapa cara jual database agar cepat laku di atas juga bisa Anda terapkan untuk mendapatkan keuntungan yang menjanjikan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
Comment url