Cara Menghapus Data dari Pinjaman Online 2021

Cara menghapus data dari pinjaman online wajib Anda ketahui apabila pernah berurusan dengan Pinjol. Pasalnya, jika tidak segera dihapus, bisa jadi data diri akan disalahgunakan terlebih platform tersebut statusnya ilegal. Oleh karena itu, sebaiknya simak ulasan berikut ini.

Cara Menghapus Data Diri dari Pinjaman Online 

Pinjaman online merupakan sebuah layanan yang cukup menjamur di beberapa tahun terakhir. Pinjol menawarkan sejumlah uang kepada banyak orang melalui aplikasi ataupun via telepon dan SMS. 

Jika Anda pernah berurusan, maka segera hapus datanya. Berikut langkahnya.

1. Lunasi Hutang Terlebih Dahulu

Secara sistem, jika data diri Anda telah tercatat dan disimpan oleh pinjaman online maka bisa dipastikan bahwa pernah memiliki transaksi. 

Oleh karena itu, cara menghapus data kontak dari pinjaman online yang pertama adalah melunasinya hutang terlebih dahulu. Tahap ini tentu wajib dilakukan.

Pasalnya, apabila yang bersangkutan belum juga menyelesaikan urusan yaitu hutang, maka pihak Pinjol tak akan mau menghapusnya. 

Bahkan, pinjaman online bisa saja menyebarkan identitas Anda apabila berniat ingin melarikan diri. Jadi, lunasi terlebih dahulu sisa hutangnya.

Bagi Anda yang sudah terdaftar di platform Akulakau dan ingin menonaktifkannya, baca terlebih dahulu tentang cara menghapus akun Akulaku berikut.

2. Menghubungi Call Center

Setelah hutang sudah dilunasi semua dan tidak ada urusan lagi dengan Pinjol, cara menghilangkan jejak dari pinjaman online selanjutnya adalah dengan mencoba untuk menghubungi call Center-nya. 

Ajukan permohonan menghapus data Anda sesegera mungkin sebelum mendapatkan penawaran lagi. Jadi, mintalah agar secepatnya identitas dihapus.

Hubungi call Center melalui nomor telepon yang pinjaman online tersebut. Jika terhubung, maka segera ajukan permohonan. 

Baca Juga: Cara Kabur dari Pinjaman Online Ilegal

Apabila sudah dikonfirmasi mintalah bukti bahwa data sudah benar-benar dihapus. Jika dipersulit oleh pihak Pinjol, segera tindak lebih lanjut.

3. Uninstall Aplikasi Pinjaman Online

Apabila sudah menghubungi call Center dan dikonfirmasi data telah terhapus, cara menghapus akun pinjaman online berikut ini harus Anda terapkan. 

Langkah ini dilakukan agar pihak pinjaman online tidak bisa mengakses data Anda lagi. Karena, selama masih terdaftar, tak menutup kemungkinan dapat terakses.

Namun, ketika Anda ingin menguinstal aplikasi, sebaiknya jangan langsung dilepas. 

Artikel Terkait: Akibat Jika Tidak Membayar Tagihan Akulaku

Buka aplikasi tersebut dahulu, ubah semua pengaturan aksesnya mulai dari kontak, lokasi hingga foto. Kemudian, hapus data secara keseluruhan lalu barulah Unsintal Apk hpinjaman online.

Cara menghapus data di aplikasi pinjaman online ini dinilai paling efektif apabila Anda sudah tidak memiliki tanggungan lagi.

4. Mengganti Nomor Ponsel

Jika semua sudah Anda lakukan dan tidak juga bekerja dengan baik, maka langkah selanjutnya ialah mengganti nomor ponsel. 

Sebenarnya cara ini mau tak mau harus dilakukan demi menjaga kenyamanan meskipun semua urusan seperti hutang telah dilunasi semuanya.

Pasalnya, kasus seperti sangat sering terjadi terlebih pada pengguna jasa pinjaman online yang berstatus ilegal. 

Pihak Pinjol akan terus menghubungi Anda karena pernah bersangkutan sekalipun telah selesai. Mulai dari memberi penawaran bahkan menagih lagi.

5. Laporkan Ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Langkah terakhir yang mungkin bisa Anda lakukan jika pihak Pinjol enggan menghapus adalah dengan melaporkannya. 

Para pengguna layanan tersebut bisa membuat laporan kepada OJK terkait permasalahan. Selanjutnya, tunggulah agar Pinjol diproses dan selidiki.

Sebab, kalau yang bersangkutan sudah melunasi semua hutang namun pihak Pinjol enggan menghapus data, maka itu menyalahi aturan. 

Dengan begitu, Anda memiliki hak untuk melaporkannya terutama kepada OJK (otoritas jasa keuangan) dan menindak lanjuti kasus.

Cara hapus data di pinjol tersebut dinilai paling aman karena ada OJK yang menjamin data Anda tidak akan bocor.

Bahaya Pinjaman Online yang Harus Anda Waspadai

Terlepas dari cara menghapus data dari pinjaman online, tentu Anda juga harus mengetahui bahaya akan risikonya. 

Pasalnya, sudah ada banyak korban yang terjerat hutang akibat menggunakan layanan tersebut. Berikut beberapa bahaya dari pinjaman online.

1. Bunganya Sangat Tinggi

Salah satu bahaya dari pinjaman online adalah bunganya sangat tinggi. Hal tersebut jugalah yang membuat sebagian orang merasa tercekik ketika menyicilnya. 

Bahkan jika Anda me coba untuk membandingkannya dengan pinjaman offline, maka perbedaan bunga cukup jauh.

Pasalnya, pihak OJK (Otoritas jasa keungan) belum memberikan ketentuan perihal besar kecilnya bunga pinjaman. 

Alhasil, banyak pihak Pinjol yang memanfaatkan momentum tersebut dan memberikan bunga yang tinggi. Oleh karena itu, layanan ini cukup berbahaya.

2. Sistem Penagihan (Debt Collector).

Banyak pengguna layanan Pinjaman online yang sering mengeluhkan perihal sistem penagihannya. 

Sebab, tak jarang pihak Pinjol menggunakan jasa debt collector ketika menagih. Alhasil, hal tersebut membuat prosesnya tak sesuai ketentuan bahkan kasar.

Selain itu, layanan pinjaman online juga sering menagih hutang meskipun belum waktunya. Terlebih, penagihan dilakukan dengan cara mencaci maki peminjam. 

Itulah mengapa, jika memang tidak begitu perlu akan uangnya, jangan gunakan layanan pinjaman online.

3. Data Pribadi Peminjam Terancam

Mungkin hal ini akan menjawab pertanyaan Anda perihal penghapusan data dari pinjaman online. 

Pasalnya, jika tidak segera dihapus makan tidak menutup kemungkinan akan adanya risiko bahaya lainnya. Salah satunya adalah penyalahgunaan identitas diri dari peminjam.

Pasalnya, ketika peminjam mengajukan pinjamannya kepada pihak Pinjol, maka akan dimintai data diri lengkap. 

Selain itu, akses terhadap kontak handphone hingga galeri dan lokasi Anda pun terancam. Jadi, hal tersebut cukup membahayakan apabila terjadi penyalahgunaan data.

4. Plafon Pinjaman Tergolong Rendah

Jika Anda perhatikan, jika seseorang mengajukan pinjaman maka pihak perusahaan tidak akan pernah memberikan jumlah tinggi. 

Uang yang akan diberikan hanya berkisar diangka 1 sampai 2 juta saja. Nilai tersebut tak sesuai bahkan jauh dari nominal penawaran awal Pinjol. 

Itulah mengapa, pinjaman online masuk dalam kategori layanan dengan plafon peminjaman yang rendah. 

Apabila Anda membutuhkan uang dengan jumlah besar guna membuka usaha, maka cara ini tidak disarankan. Ada baiknya untuk menggunakan pinjaman secara offline saja.

5. Denda yang Sangat Besar

Selain perkara pemberian bunga pinjaman, Pinjol juga terkadang memberikan denda yang tergolong cukup besar. 

Tentu hal tersebut tidak sesuai dengan jumlah pinjaman yang bisa dikatakan kecil. Apalagi, denda diberikan dalam hitungan hari dari ketentuan tanggal awal.

Tentu hal tersebut membuat layanan pinjaman online menjadi sangat berbahaya, karena dapat mencekik peminjam. 

Sebab, yang tadinya hutang hanya berkisar 1 juta, jika Anda kalkulasikan angkanya akan jauh lebih besar. 

6. Menyebabkan Peminjam Depresi

Tercatat, sudah banyak sekali kasus yang membuat orang merasa depresi karena terlilit hutang. Padahal, nilai pinjaman awal tidak begitu besar dan pihak peminjam pun merasa mampu membayarnya. 

Namun, karena sistem bunga serta dendalah membuat hutang banyak. Alhasil, peminjam merasa keberatan dengan tagihan setiap bulannya karena diluar dari ekspektasi. 

Hal tersebutlah membuat pinjaman online menjadi sangat berbahaya. Bukan hanya perihal finansial saja tapi juga mental.

7. Tidak Terdaftar OJK 

Sampai pada hari ini, masih banyak layanan pinjaman online yang tidak terdaftar di OJK. Hal tersebut membuatnya menjadi semaunya saja dalam memberikan layanan serta membuat sistem. 

Sebab tak ada pihak berwajib yang mengawasinya. OJK atau Otoritas jasa keungan adalah sebuah badan yang bertiga mengawasi semua proses dan sistem pinjaman online. 

Oleh karena itu, kalaupun Anda dalam keadaan mendesak, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu. Terutama mengenai legalitas dari layanan Pinjol.

Perbedaan Pinjaman Online Legal dan Ilegal

Pada dasarnya, adanya layanan seperti pinjaman online di satu sisi memiliki dampak positif. Pasalnya, masih ada platform yang statusnya legal dan benar-benar membantu. 

Oleh karena itu Anda harus tahu bagaimana cara membedakannya. Berikut beberapa perbedaannya.

1. Pinjaman Online Legal

Salah satu hal yang sangat mencolok dan bisa Anda jadikan pembeda adalah izin resminya. Biasanya, pinjaman online berstatus ilegal jika berada di bawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keungan). 

Namun, terlepas dari itu, mesti harus mencari tahu benar atau tidaknya. Sebab, dalam suatu kasus ada juga pinjaman online ilegal yang menyertakan logo OJK namun hanya sekedar gambar saja. 

Selain itu, Pinjol legal umumnya memberikan informasi mengenai identitas platform. Mulai dari alamat kantor serta pengurus lalu seleksinya ketat.

2. Pinjaman Online Ilegal

Secara sederhana, Anda bisa memastikan kalau Pinjaman online ilegal tidak berada di bawah pengawasan OJK (otoritas jasa keuangan). 

Kemudian, pihak Pinjol juga tak memberikan informasi lengkap seputar identitas platform. Mulai dari keterangan alamat kantor dan lainnya.

Biasanya, pinjaman online ilegal memiliki proses pengajuan yang terbilang sangat gampang. Jika memang benar begitu, ada baiknya agar Anda berhati-hati. 

Kemudian, Pinjol tidak resmi akan memberikan informasi pembayaran dengan jelas, mulai dari bunga hingga dendanya.

Itulah tadi pembahasan mengenai cara menghapus data dari pinjaman online serta risiko bahayanya hingga perbedaan antara legal dan ilegal. Jika memang kebutuhan uang tidak begitu mendesak maka jangan menggunakan. Karena hal itu bisa mempersulit Anda saja.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
Comment url